Kamis, 12 September 2019

MARAH ENAM SEMBILAN



Kata dendam merah garang
Tersulut diujung panah
Entah buat siapa atau kepada apa yang kau sasar, 
Tapi panah melesak, laju tanpa arah


Marah mesti dibidik pada sasar
Biar kata tak dibaca kesasar
Marah boleh kasar tapi jika tanpa arah
Pesan mengapung bak perahu patah kemudi


Marahmu merah 
Tapi terbang menggelembung bagai buih sabun terayun bayu 
Pecah, lalu jatuh tanpa bekas


Kawan... marahmu merah
Tapi dendang lagu kita mesti telanjang
Tak lagi merdu didengung
Sebab kaki masih kau pijak ditengah panggung sandiwara


Bila marah tanpa sasar
Maka kata melaju pada bohong
Lalu kemana panah dituju?
Bukankah musuh harus dipilah
Mana musuh yang layak untuk dimusuhi?


Marahmu enam sembilan
Seperti kaki menendang kepala


Yogi Making
06/09/2019