Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2022

Pemilih Dapil I Meningkat, Dapil IV Lembata Menjadi Dapil Dengan Jumlah Pemilih Paling Kecil

 


KPU Lembata-Jumlah Pemilih Daerah Pemilihan (Dapil) I Lembata terus merangsek naik menyaingi jumlah pemilih Dapil III, sementara Dapil IV Lembata masih menjadi Dapil dengan jumlah pemilih terkecil. Jumlah Pemilih Dapil Lembata I (Kecamatan Nubatukan), terpaut 3000 dari jumlah pemilih Dapil III Lembata.

Hal ini tertuang dalam data rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) KPU Kabupaten Lembata, Periode April 2022.

Data rekap DPB April 2022, menunjukan potensi pemilih baru Kabupten Lembata sebanyak 1.131 pemilih, dengan total pemilih baru terbesar dipegang Kecamatan Nubatukan yakni sebanyak 553, atau terdiri dari pemilih laki-laki 268 dan perempuan 285 pemilih, sementara kecamatan Ile Ape Timur dan Kecamatan Atadei tidak terdapat pemilih baru.

Pemilih baru Kecamatan Ile Ape sebanyak 52 atau terdiri dari laki-laki 28 dan perempuan 24 pemilih, Kecamatan Lebatukan, 68 Pemilih dengan jumlah laki-laki 40 dan perempuan 28 pemilih, Kecamatan Omesuri sebanyak 182 dengan jumlah laki-laki 86 dan perempuan 96 pemilih, Kecamatan Buyasuri 131 atau terdiri laki laki-laki 56 dan perempuan 75 pemilih, Kecamatan Nagawutung 39 pemilih baru atau terdiri dari laki-laki 18 dan perempuan 21 pemilih, dan Kecamatan Wulandoni 106 dengan jumlah laki-laki 61 dan perempuan 45 pemilih.

Sementara itu Pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) kategori meninggal dunia tercatat sebanyak 29 Pemilih yang terdiri dari laki-laki 16 dan perempuan 13 pemilih.

Perkembangan DPB per Dapil terbaru hasil rekap KPU Kabupaten Lembata periode April 2022 menunjukan jumlah pemilih Dapil I Lembata (Kecamatan Nubatukan) terpaut 3000 dari Dapil III (Kecamatan Omesuri dan Buyasuri), dengan rincian jumlah pemilih perdapil sebagai berikit : Total pemilih Dapil I 25.580, Pemilih Dapil II 21.366, Dapil III 28.580 dan Dapil IV dengan total pemilih sebanyak 19.778.

Silahkan klik tautan berikut untuk mengunduh data pemilih per kecamatan dalam wilayah Kabupaten Lembata : https://kab-lembata.kpu.go.id/berita/baca/7821/rekapitulasi-daftar-pemilih-berkelanjutan-dpb-periode-bulan-april-2022

Diberitakan sebelumnya, rapat rekapitulasi DPB bulan April dipimpin Ketua KPU Lembata, Elias Kaluli Making, dihadiri empat orang komisioner, sekertaris, pejabat structural dan operator data pemilih KPU Kabupaten Lembata, berlangsung di Aula KPU Lembata, Rabu 27 April 2022. Lampiran format rekapitulasi DPB selain disampaikan ke KPU Provinsi sebagai laporan, KPU Lembata juga mengumumkan melalui website dan di share ke Partai Politik melalui Whatsapp Grup. (YM/KPU Lembata)

Selasa, 29 Desember 2020

Begini Kondisi Terkini Puncak Ili Lewotolok, Pohon Ampupu, Cantigi dan Reremputan Padang Masih Segar

*Pengamatan Langsung Di Radius 500 Meter dari Puncak*


Foto Kondisi Puncak Ile Lewotolok, 29/12/2020 (Sc Yogi M)


Erupsi dasyat Ili Lewotolok sejak 29 Nopember hingga menjelang akhir desember 2020, tidak merusak hutan dan tanaman penyanggah disekitar puncak. Pohon ampupu, cantigi dan rerumputan padang terlihat merangas hijau.

Dua warga kampung Baopuke Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, Bedi Halimaking dan Kopong melaporkan melaui Video Call dari puncak Ile Lewotolok, Selasa, 29/12/2020, pukul 14.48. Bedi dan Kopong melakukan tracking hinngga mencapai radius kurang lebih 500 meter dari puncak Ile Lewotolok.

Dalam pembicaraan melalui video call, beberapa kali saya mengingatkan dua warga ini akan adanya bahaya awan panas dan gas beracun, apalagi kondisi puncak Ili Lewotolok, sedang tertutup kabut. Kendati demikian, mereka mengaku aman dan sedang menanti kabut bergeser agar keduanya bisa mengamati puncak dari dekat. Sayangnya, akibat tutupan kabut tebal, dua pendaki ini pulang dan tidak berhasil mengamati puncak dari dekat.

Bedi dan Kopong mengatakan, selama kurang lebih satu jam di radius 500 meter dari puncak, dua kali terdengar suara gemuruh gunung yang disertai lontaran abu. Mereka menjelaskan,  suara gemuruh terdengar dari dekat, beda dengan ketika didengar dari kampung atau dari dataran rendah. Mereka juga mengaku tak merasakan adanya getaran tanah.

Tampak dalam video, puncak terlihat ditutup kabut. Beberapa kali terdengar gemuruh yang disertai lontaran asap hitam diantara kepungan awan putih.

 “Ini  pohon yang terbakar saat awal erupsi, disini aman saja, tidak panas. hawa gunung pun dingin menusuk hingga ke pori-pori. Kami juga tidak lihat ada lubang baru, seperti yang orang omong di FB itu,”kata Kopong melalui video call, sambil mengarahkan kamera hp-nya ke pohon yang mati karena terkena lemparan abu vulkanik.  

Dua warga ini menjelaskan, kondisi puncak barat gunung Ile Lewotolok, tidak terlihat adanya reruntuhan, dan bukaan kawah baru sebagaimana informasi yang sempat ramai diperbincangkan melalui akun face book, beberapa hari ini.

Sebagai informasi, Kopong dan Bedi adalah dua warga kampung Baopuke, Desa Jontona yang tidak ikut mengungsi. Dua warga Baopuke ini, sejak awal erupsi rutin memantau kondisi gunung dari dekat. Diakhir perbincangan, Bedi dan Kopong mengatakan, akan kembali ke puncak beberapa waktu mendatang dan bertekad untuk mencapai puncak Ili Lewotolok.

“Kita lihat kondisi beberapa hari mendatang, kalau tidak ada halangan, kami coba naik lagi dan berusaha untuk sampai ke puncak. Puncak tertutup awan, jadi saat ini kami belum bisa lihat kondisi puncak dan kawah dari dekat,” ujar Bedi, mengakhiri perbincangan kami.

Saat berita ini ditulis, keduanya sudah tiba dikampung Baopuke, desa Jontona. (Yogi Making, 29/12/2020).

 

Pohon Ampupu hangus terkena lemparan abu vulkanik (SC Yogi M)