Senin, 20 Mei 2019

Hormati Konstitusi, Jangan Intervensi KPU

5 Orang Komsioner KPU Kabupaten Lembata



People power, atau belakangan disebut dengan “Gerakan Kedaulatan Rakyat”. Menurut saya, hanyalah sebuah istilah yang diperhalus. Tujuannya tetap sama, yaitu menolak hasil Pemilu.
Benar bahwa, kebebasan berpendapat adalah hak yang dijamin Undang-Undang, namun bebas berpendapat bukan berarti bebas mengintervensi negara, atau  dalam hal ini, mengintervensi KPU untuk merubah hasil Pemilu.

KPU Lembaga Independent yang bekerja dibawah perintah Undang-Undang. Bukan bekerja berdasarkan maunya siapa, atau manut pada kelompok tertentu. Ancaman terror, pengerahan massa atau apapun bentuknya, KPU tak gentar. Terror kematian, demonstrasi tidak merubah hasil pemilu.  

Menuntut perubahan hasil Pemilu dengan ancaman teror, adalah tindakan inkonstitusional dan bukan pilihan terbaik. Terhadap indikasi kecurangan yang disangkakan kepada penyelenggara Pemilu, harusnya menggunkan cara bermartabat. Hormati konstitusi, jangan intervensi KPU. Ajukan saja ke Mahkama Konstitusi, atau jika arahnya adalah pelanggarakan kode etik, maka ruang akhirnya melalui Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Mirisnya ide People Power, yang kemudian diperhalus dengan Gerakan Kedaulatan Rakyat itu, lahir melalui mulut tokoh bangsa. Seorang Negarawan, yang darinya diharap memberi kenyamanan berbangsa.

Tetapi saya tidak ingin membahas kenegarawanan  seseorang, karena saya lebih cemas pada terror kematian dan demonstrasi menolak hasil pemilu, tindakan yang tidak saja berujung pada kekacauan demokrasi, tetapi bisa menciptakan kondisi tidak kondusif, mengganggu keamanan dan kenyamanan warga bangsa.

Terhadap sangkaan kecurangan secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM), sebagai Penyelenggara Pemilu di daerah, atau lebih tepat sebagai komisioner KPU Kabupaten Lembata, saya membantah tegas. Seluruh penyelenggaraan pemilu didaerah berlangsung sesuai koridor hukum. Rakyat telah menentukan sikap secara demokratis, tugas kami hanya menjaga dan mengkawal suara rakyat hasil pemilu 2019 untuk disampaikan kepada yang berhak.

Tentang Gerakan Kedaulatan Rakyat

Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpinnya, jika People Power pun disebut sebagai kedaulutan rakyat, maka pertanyaannya adalah rakyat yang mana lagi? dan bentuk kedaulatan rakyat yang bagaimakah itu? Jangan main-main, rakyat sudah berdaulat dan menentukan pilihan politiknya melalui Pemilu 17 April 2019, dengan cara aman dan damai, dan sebagai Penyelenggara Pemilu, saya berani menjamin kalau Pemilu serentak 2019, berlangsung demokratis.

Dengan demikian, tindakan memaksa untuk merubah hasil Pemilu, adalah upaya mengangkangi kedaulatan rakyat. Akan lebih terhormat dan menunjukan sikap kenegarawan, jika lapang dada untuk menerima kekalahan.

Kembali tentang demonstrasi sebagai ekspresi kebebasan menyatakan pendapat di muka umum, memang sepenuhnya dijamin konstitusi. Akan tetapi, baiknya di pikirkan kembali, sebab Polri mengendus adanya penumpang gelap, kelompok tak bertanggungjawab yang sejatinya ingin memboncengi aksi massa 22 Mei 2019 untuk melancarkan aksi terror.

Demi keamanan Bangsa dan demi kenyamanan bersama, dari Kabupaten Lembata, kami menghimbau agar warga atau kelompok warga yang sebelumnya sudah berniat untuk terlibat dalam gerakan 22 Mei 2019, agar tahan diri dan tidak ikut-ikutan dalam aksi demonstrasi. Beri dukungan pada elitmu untuk mengambil langkah yang konstitusional. Jangan paksakan kehendak, apalagi sampai mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Kita Indonesia, Kita Menghargai Perbedaan.

Lewoleba, 20 Mei 2019

Elias Kaluli Making
Ketua KPU Lembata

Jumat, 17 Mei 2019

Berbeda, Mari Adu Data Bukan Adu Mulut




Elias Kaluli Making
Pemilu telah usai, sorak gembira dan apresiasai kesuksesan Bangsa atas penyelenggaraan pemilu yang aman, damai dan demokratis menggema ditengah ancaman dan ketakutan. Sebaran ancaman dan gelombang protes yang bermula dari rasa curiga pihak tertentu kepada penyelenggara pemilu pun tak terbendung.
Ilham Saputra, salah satu Komisioner KPU RI melalui akun twitter KPU RI menyebut, KPU membuka diri terhadap hal-hal yang diindikasikan kepada Penyelenngara Pemilu, laporkan saja ke pihak terkait.

Tak beda dengan Ilham, Komisioner KPU RI Lainnya Evi Ginting, sebagaimana yang rilis Beritasatu.com mengatakan, salah satu mekanisme resmi dalam mencocokan data hasil penghitungan perolehan suara adalah rekapitulasi yang dilakukan secara berjenjang dan terbuka.  

"Sampai saat ini rekapitulasi, kita hanya bicara rekapitulasi, kalau ada kecurangan kita langsung buka saja dalam forum, di mana, dan datanya apa, sehingga kita bisa lakukan koreksi langsung di forum rekapitulasi," ujar Evi di Jakarta, Kamis (16/5/2019).   

KPU membuka diri, lalu tunggu apalagi? Jika dugaan kecurangan disampaikan dalam forum pleno rekapiluasi, ternyata belum terselesaikan, toh…, Negara sudah menyiapkan lembaga yang khusus tangani sengketa Pemilu.  

Sebagai penyelenggara pemilu tingkat kabupaten, saya sepakat dengan yang ungkap dua komisioner KPU RI itu. Bagi pihak yang tak puas, mari ADU DATA. Bukan ADU MULUT. Aksi protes melalui gelombang unjuk rasa hingga ancaman people power tidak menyelesaikan masalah. Cara ini hanya akan membuat kerunyaman demokrasi.

Berbeda pilihan, rasa curiga, dugaan pelanggaran adalah halal dalam demokrasi, namun bukan karena berbeda, rasa curiga dan tuduhan kecurangan, kita menghancurkan tata nilai demokrasi, membongkar persaudaraan dan memutus pisah tali persatuan dan kesatuan.

Untuk itulah dari Kabupaten Lembata-NTT, kami menghimbau agar semua pihak tahan diri. Jangan mudah terpancing oleh provokasi atau informasi yang menyesatkan, tetaplah arif dalam berpikir dan bertindak. Jaga dan cintai Indonesia seperti kita menjaga dan mencintai diri kita.

Elias Kaluli Making
Ketua KPU Kabupaten Lembata-NTT
  

Rabu, 15 Mei 2019

SUKSES PEMILU, SUKSES BANGSA, TERIMAKASIH BUAT SEMUA



Pemilu Serentak 2019, jalan panjang, melelahkan. Energy dan pikiran terkuras, sudah tentu biaya mengikuti. 18 bulan, kurang lebih tahapan Pemilu berjalan. Waktu yang panjang, namun menuntut perhatian ekstra.
Tahapan dan jadwal serta kontrol yang super ketat, menuntut kami untuk kerja tepat juga cepat. Kontrol ketat datang dari berbagai kalangan itu tak jarang membuat kita (Penyelenggara dan Peserta Pemilu) harus bersebelahan. Beda pendapat, dan saling debat. Tekanan, dan prasangka negative terhadap kami kelompok penyelenggara Pemilu terlontar begitu saja, bahkan terkesan liar menggema.
Namun kami tidak mundur, dibawah Tagline “KPU Melayani”, kami setia berada dijalan ini. Demi Bangsa, dan bagi rakyat. Kontrol, bahkan prasangka negative, adalah energy positif untuk membuat kami tegak berdiri. Setia memegang sumpah dan janji bhakti pada Negeri.  

Iya, tak sekedar waktu, pikiran dan energy yang terkuras. Buat Bangsa, nyawa kami relakan, mau apa lagi? ini tanggungjawab yang harus diemban. Pengorbanan tanpa batas kami tunjukan buat bangsa, ratusan nyawa saudara kami melayang, tidak sia-sia. Tapi demi tegaknya demokrasi dan demi suara rakyat yang kami kawal. Kami tak tunduk pada siapa, sebab tuan kami adalah rakyat, dan aturan adalah junjungan utamanya.

Dalam urusan dengan Pemilu, kita bagi peran. Ada Penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu dan jajaran), ada Perserta Pemilu, dan Pemilih. Tak cuma itu, dilain pihak ada pemerintah, ada aparat keamanan TNI/Polri, dan lain-lain yang tak kalah penting.

Jadi urusan sukses tidaknya Pemilu, tak semata menjadi urusan Penyelenggara Pemilu, namun menjadi tanggungjawab semua pihak. Fakta membuktikan kalau, Pemilu Serentak 2019, menjadi Pemilu paling rumit didunia, bahkan saya boleh sebutkan kalau belum ada Negara di dunia ini yang senekad Indonesia dalam menyelenggarakan pemilu serentak, dengan proses yang rumit dan melelahkan. Tapi SUKSES, ini penting untuk dicatat dalam sejarah bangsa. Dan SUKSES Pemilu, sekali lagi bukan suksesnya penyelenggara. Ini sukses besar yang diraih bangsa ini.

Karena itu, sebagai Penyelenggara Pemilu, kami lima komisioner KPU Lembata, menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya buat seluruh elemen bangsa yang berperan aktif dalam mensukseskan agenda besar Nasional kita, terutama untuk kawan-kawan penyelenggara adhock, (PPK, PPS dan KPPS), buat Aparat Keamanan TNI/Polri, untuk Pemerintah dan tentu buat seluruh warga pemilih.

Seluruh tahapan Pemilu ini bisa berlangsung secara baik, aman, damai dan demokratis, berkat kebesaran hati semua kita, terutama untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, serta sikap dewasa untuk menerima perbedaan.

Siapapun yang lahir dalam Pemilu ini, adalah pemimpin bersama. Dan selanjutnya mari kita kawal, beri dukungan, doakan agar mereka para pemimpin bangsa dalam lima tahun kedepan itu, menjadi pemimpin yang direstui Tuhan, dan pemimpin yang amanah, siap bekerja untuk menyelesaikan masalah bangsa.

Sebagai informasi, tahapan rekapitulasi untuk NTT sudah dipertanggungjawabkan dalam Pleno Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara dalam Pemilu 2019 Tingkat Nasional di Jakarta, Selasa 14/5/2019, dan diterima.

Elias Kaluli Making

Katua KPU Lembata

Senin, 13 Mei 2019

Tentang Isi Kepalamu



Aksara tak bernyawa, ibarat panah tanpa busur
Kata-kata mati, dan kalimat sepih makna
Mati sebelum kau
Dan mulut hanyalah pusara kata

Jika kata beroma
Maka mulut pusara bangkai
Bau, bahkan lalatpun mati pada bibir

Katamu kata mati
Tak layak lahir dari otak
Ia mungkin dikandung lutut
Lahir dari pantat
Bukan kepala
Sebab ia keluar bagai kentut
Bunyi tapi tak terlihat

Lalu dimana isi kepala kau simpan?

Wangatoa, 13/5/2019
Yogi Making
Gambar terkait

SAMBUTAN KETUA KPU LEMBATA DALAM PENUTUPAN RAPAT PLENO REKAPUTULASI PENGHITUNGAN PEROLEHAN SUARA DALAM PEMILU 2019 TINGKAT KABUPATEN



  1. Kawan-kawan Komsioner KPU Lembata yang saya Banggakan
  2. Yang saya hormati Ketua dan Anggota Bawaslu Kab.Lembata 
  3. Yang saya hormati, Kapolres Lembata, dan Danramil Lembata Barat
  4. Sekertaris, Kasubag dan para Staf KPU Lembata yang saya kasihi
  5. Kawan-kawan PPK yang kami banggakan
  6. Para saksi parpol dan rekan-rekan jurnalis yang kami hormati…
Salam Demokrasi!!!!

Puji Tuhan dan terimakasih kepada Leluhur Lewotana, karena atas restu dan penyelenggaraanyalah, seluruh giat rekapitulasi yang diawali dari TPS dan berujung pada rekapitulasi tingkat Kabupaten dapat berlangsung aman dan damai.

Hadirin yang kami banggakan..

Kurang lebih 18 bulan, kita merajut kebersamaan dalam giat pemilu serentak. Waktu yang tidak pendek, juga melewati proses yang tidak mudah. dalam setiap tahapan, kita dituntut untuk kerja tepat, kerja cepat dengan tetap mempedomani aturan. Dalam kebersamaan itu, tentu ada saja hal yang mengganggu, namun berkat kebesaran hati untuk menerima perbedaan, kita mampu melawati semua tahapan dengan baik.

Dengan demikian, untuk kesekian kalinya, saya bersama teman2 Komisioner KPU Kabupaten Lembata menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada, teman-teman penyelenggara adhock, KPPS, PPS dan PPK. juga kepada aparat keamaan TNI/Polri, pemerintah Kabupaten Lembata, dan seluruh masyarakat Lembata.

Tanpa kerja sama, dan kerja keras semua kita, maka tahapan panjang pemilu serentak yang memakan waktu kurang lebih 18 bulan ini, tidak mungkin berlangsung secara baik, aman, dan damai.

Hadirin yang kami muliakan…

Hari ini merupakan moment akhir dari giat rekapitulasi tingkat kabupaten. dimana, kita ketahui bersama, bahwa dari seluruh rekapan data perolehan suara, baik suara Partai, Caleg, dan  Calon Perseorangan maupun calon PPWP mana yang memperoleh suara terbanyak di kabupaten ini, begitu juga untuk calon DPRD. Untuk semua dapil di Lembata, data hasil rekapan dari TPS hingga KPU sudah menjadi pegangan bersama, siapa sebenarnya yang nanti selama 5 tahun kedepan mewakili dan menyuarakan suara rakyat dirumah rakyat gedung DPRD Lembata.

Kendati kita sedang berada di ujung tahapan rekapitulasi, namun tidak berarti bahwa berakhir juga seluruh giat pemilu serentak tahun 2019. PKPU 10 tentang Perubahan ke empat atas PKPU 7 tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 mensyaratkan tahapan akhir dari seluruh giat pemilu tingkat kabupaten baru berakhir pada tahap pengangkatan sumpah dan janji DPRD Kabupaten/Kota di bulan Agustus 2019 mendatang.

Karena itu, bersama kawan-kawan komisioner KPU dan seluruh jajaran penyelenggara pemilu, kami berharap, senantiasa kita terus menjalin kerjasama, dan memperat tali persaudaraan. Mari akhiri segala perbedaan yang mungkin saja pernah ada dimasa Pemilu.  karena apapun dan siapapun pilihan, kita adalah lembata dan lembata adalah kita.

Dan akhirnya, dengan memanjatkan syukur dan terimakasih kepada Tuhan dan Lewotana, saya, bersama kawan-kawan komisioner KPU Kabupaten Lembata menyatakan Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara dalam Pemilu Tahun 2019 Tingkat Kabupaten di tutup dengan Resmi, Semoga Tuhan dan Lewotana senantiasa menyertai kita sekalian… Amin.   
Lewoleba, 7 Mei 2019
KPU Lembata
Ketua

Elias Kaluli Making

SAMBUTAN KETUA KPU LEMBATA DALAM PLENO REKAPITULASI SUARA TKT KPU LEMBATA




  1.  Teman-teman Komisioner KPU Lembata yang saya kasihi,
  2.  Ketua dan Anggota Bawaslu yang saya hormati
  3. Kapolres Lembata yang saya hormati
  4.  Sekertaris KPU Lembata, Para Kasubag, dan Semua Staf yang saya kasihi
  5. Pimpinan Partai yang sempat hadir yang saya hormati
  6. Para saksi partai politik yang kami hormati
  7. Para ketua dan anggota PPK yang saya banggakan
  8. Juga rekan-rekan pers yang saya kasihi. 


Mengawali sambutan ini, bersama teman-teman Komisioner KPU Kabupaten Lembata, kami mengajak semua kita, untuk sejenak menundukan kepala, mengenang dan mendoakan 304 orang pejuang pemilu yang karena cinta dan pengadiannya kepada Bangsa, meregang nyawa usai menjalankan tugasnya baik sebagai penyelenggara juga dalam kapasitasnya sebagai aparat keamanan. Kita doakan, semoga Tuhan membalas semua jasa baik serta pengabdian mereka pada Bangsa .

Di kesempatan yang sama pula, baiklah semua kita menyampaikan syukur dan rasa terimakasih kita kepada Tuhan dan Arwah Leluhur Lewotana Lembata, yang oleh karena restu merekalah, semua kita dapat melangsungkan seluruh tahapan Pemilu hingga detik ini dalam kondisi aman, lancar dan damai.

Hadirin Sidang Pleno yang kami banggakan….
Proses pemilu 2019 yang memakan waktu kurang lebih satu tahun terasa panjang dan melelahkan. Namun patut kita syukuri karena proses panjang nan melelahkan itu, semua kita, baik jajaran penyelenggara, juga sebagai konstestan pemilu, pemerintah dan seluruh warga, mampu melewati itu dengan baik. Tentu berkat keteguhan hati semua kita untuk tetap berada dan berlandaskan asas persatuan dan kesatuan, menjaga persaudaraan dalam semangat taan tou lembata. Apapun itu perbedaan kita adalah saudara.

Pemilu 2019, oleh banyak kalangan dinilai sebagai pemilu terunik, dimana Indonesia sebagai satu-satunya Negara berkembang, dinilai mampu melaksanakan pemilu serentak. Apresasi, dan pujian buat bangsa ini datang dari berbagai kalangan. Dan tentu, sukses besar yang diraih bangsa ini adalah prestasi bersama seluruh anak negri. Sukses pemilu bukan sukses penyelenggara, tetapi sukses pemilu adalah sukses bangsa.

Kendati demikian, tidak berarti bahwa pemilu serentak tanpa kekurangan. Saat yang bersamaan pula, lontaran kekecewaan, umpatan dan rasa pesimistis didaraskan, terutama buat kami sebagai penyelenggara. Yah… tak ada gading yang tak retak, begitu pepatah lama berkata. Kami sadari, bahwa lontaran kekecewaan warga bangsa itu, adalah bagian dari kontrol, agar senantiasa penyelenggara berdiri kokoh sebagai pribadi dan lembaga yang netral, mengedepankan prinsip transparan, akuntabel, jujur serta selalu bersikap adil dan memberikan kepastian hukum.
Dalam kepentingan pertanggungjawaban terhadap seluruh proses penyelenggaraan Pemilu itulah, hari ini, Pleno Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara dalam Pemilu 2019 tingkat Kabupaten kita langsungkan.

Perintah PKPU 4 tahun 2019 tentang Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu 2019, peserta rapat terdiri dari KPU, Bawaslu, PPK dan Saksi. Kami berharap, ruang pleno ini menjadi ruang koreksi dan perbaikan, dengan tetap menjaga tata karma, saling menghargai satu dengan yang lainya.

Hadirin yang kami banggakan…..
Di kesempatan ini pula, Bersama kawan-kawan Komisioner KPU Lembata, menyampaikan rasa terimakasih yang mendalam kepada, saudara-saudara penyelenggara pemilu tingkat adhock mulai dari KPPS, PPS, dan PPK yang dengan kesungguhan hati dan kepatuhan terhadap aturan, berdiri pada garis terdepan untuk menyelenggarakan pemilu pada tingkatan masing-masing, terimakasih juga patut kami sampaikan kepada peserta pemilu, para caleg, calon DPD, dan tim kampanye Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden.

Bahwa persaingan Pemilu demikian ketat dan memanas, namun semuanya mampu menjaga dan saling menghargai. Terimakasih juga kami sampaikan secara khusus kepada Kapolres Lembata dan jajaran kepolisian Polres Lembata juga kepada Danramil Lembata, yang sigap bersama seluruh aparat kepolisian dan TNI mengamankan seluruh tahapan pemilu, pun tak lupa kami sampaikan rasa terimakasih mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Lembata, yang dengan caranya sendiri sudah membantu KPU dalam menyelesaikan seluruh proses, tahapan dan jadwal pemilu.

Tak lupa dalam kesempatan berharga ini, bersama kawan-kawan komisioner KPU dan seluruh penyelenggara pemilu menyampaikan rasa terimakasih dan apreasi kami kepada seluruh warga pemilih kabupaten lembata, yang secara sadar mengawasi, dan terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam seluruh tahapan pemilu, juga secara sadar dan partisipatif datang dan mengunakan hak pilihnya di TPS.

Bukan soal yang siapa pemimpin yang akan lahir dari Pemilu 2019 ini. Karena Siapapun itu, mereka adalah putra-putra terbaik kita, yang lahir dari rahim rakyat. Kita berharap, kader terbaik bangsa yang lahir Pemilu ini mampu menjadi pemimpin yang amanah, sesuai harapan semua kita.

Akhirnya, dengan memohon restu Tuhan dan Leluhur Lewotana, Rapat Pleno Terbuka, Rekapitulasi Penghitungan dan Perolehan Suara tingkat KPU Lembata, saya nyatakan di buka dan terbuka untuk umum….

Lewoleba, 02 Mei 2019
KPU Lembata
Ketua

Elias Kaluli Making


Sambutan Ketua KPU Lembata dalam Acara Pemilu Run, 6 April 2019


Selamat Soreh, Salam Sejahtera Buat Semua Kita………..
NEGARA KUAT….(JAWAB) RAKYAT BERDAULAT….



  1.  Teman-teman anggota Komisioner KPU Lembata, Pak Piter, Pak Berhan, Pak Herman dan Pak Idris yang saya banggakan.
  2.  Yang saya hormati, Ketua dan anggota Bawaslu Lembata serta seluruh jajaran Bawaslu yang sempat hadir
  3.  Para pimpinan partai, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda juga tokoh perempuan yang saya hormati.
  4. Saudara-saudara kaum difabel kabupaten lembata yg saya banggakan.
  5.  Sekertaris KPU Lembata, para Kasubag dan para Staf KPU yang saya kasihi.
  6.  Para insane pers yang banggakan
  7. Seluruh warga Lembata, para peserta yang Pemilu RUN yang saya muliakan.

Puji Tuhan, serta rasa terimakasih kepada para leluhur, pendahulu, patut kita sampaikan, kerena atas  restunyalah rangkaian kegiatan Pemilu RUN hari ini dapat kita langsungkan. 



Hadirin sekalian yang berbahagia…


Pemilu serentak yang sedianya berlangsung pada Hari Rabu, 17 April 2019 tinggal beberapa waktu lagi. 11 hari bukan waktu yang lama, semua kita akan memasuki hari keramat, hari bersejarah bagi warga bangsa ini, dimana semua kita diharap dapat menggunakan hak pilih, memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPR-RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.



Diwaktu-waktu yang semakin dekat menuju hari Pemilu itu, tentu hamper semua kita sudah menentukan pilihan. Dan pastinya, pilihan yang mungkin saja sudah kita tetapkan adalah calon pemimpin terbaik, anak-anak bangsa yang kemudian untuk masa lima tahun perjalanan bangsa ini kedepan akan menentukan arah kebijakan pembangunan.



Ina, ama kaka ari yang go hungen baat tonga belolo (hadirin yang saya muliakan-Lamaholot, red)



Pemilu sebagai sarana kedaulatan rakyat, sering kita maknai sebagai sebuah Pesta Demokrsi yang digelar secara serentak. Sebagai pesta, maka semestinya kita, baik sebagai rakyat pemilih, sebagai kontestan peserta pemilu,  sebagai pemerintah, sebagai tokoh politik, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, atau seluruh kompenan bangsa, yang diundang Negara untuk terlibat dalam pesta demokrasi, patut merayakannya dengan suka cita, sorak gembira dalam nada kebebasan menjalar hingga kepelosok-pelosok terpecincil.



Tidak ada pesta yang pesertanya hadir dengan wajah cemberut, yang menampakan kecemasan bahkan ketakutan.



Untuk itulah, KPU Kabupaten Lembata, mengundang semua kita untuk terlibat dalam Pemilu RUN hari ini. Kegiatan ini adalah ajang pembuktian bagi bangsa, bahwa rakyat lembata bersatu dan siap melaksanakan hak pilihnya di tanggal 17 April 2019 yang akan datang.



Kegembiraan yang kita pancarkan, sejak awal di titik star hingga titik finis ini adalah kebahagian yang harusnya dimiliki oleh semua warga bangsa. Dan diajang yang berbahagia ini, kita pun membuktikan kepada dunia, Kepada Indonesia, bahwa bersama Penyelenggara Pemilu, Rakyat Lembata memerangi politik pecah belah, politik hoax, politik uang dan kerja-kerja yang membahayakan demokrasi bangsa. Bahaya pengrusakan atau secamanya yang terus saja menyerbu bangsa ini hanya bisa kita lawan dengan memperkokoh rasa persatuan dan persaudaraan.

Hadirin sekalian yang berbagia…


Pemilu kita tanggal 17 April 2019, pemilu yang dilangsungkan secara serentak ini, sedikitlah berbeda dari pemilu sebelumnya. Jika sebelumnya paling banyak kita memegang 1 sampai 4 lembar kertas surat suara, maka kali ini kita akan menggunakan hak pilih kita untuk lima jenis pemilihan, yang sudah tentu kita akan mencoblos lima surat suara. Ada Surat Suara presiden dan Wakil Presiden, ada Surat Suara untuk DPR, ada untuk DPD, ada untuk DPRD Provinsi dan juga buat DPRD Kabupaten.



Bingung…? Saya rasa tidak juga. Sulit, jika kita berpikir sulit, semua akan menjadi mudah jika kita membawanya dan berpikir mudah. Dan agar tidak membingungkan, KPU sudah merancang warna surat suara sesuai Jenisnya. Surat Suara warna Abu-abu untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Warna Kuning untuk DPR-RI, Warna Merah untuk DPD, Biru untuk DPRD Provinsi dan Hijau Untuk DPRD Kabupaten.

Cara menggunakan hak pilih pun tidak sulit, karena masih tetap sama. Hanya dengan mencoblos. Boleh mencoblos pada lambang partai, atau bisa pada lambang partai dan nama calon. Kertas suara yang berfoto hanya kertas suara Presiden dan Wakil Presiden, juga kertas suara DPD-RI. Untuk kertas suara DPR-RI-DPRD Kabupaten, hanya terdapat logo partai dan nama calon. (supaya tidak terbakar, coblosnya didalam kotak…)


Ada juga pertanyaan yang sering kami temukan dimasyarakat, tentang warga yang belum terdata dalam DPT, atau undang-undang menyebutnya dengan sebagai Pemilih Khusus. Bagi warga yang namanya belum terdata dalam DPT, boleh datang Ke TPS sesuai alamat KTPnya. Anda akan diberikan kesempatan untuk menggunakan hak pilih pada jam 12 keatas, jangan lupa bawa serta KTP Elektronik yang masih berlaku.

Hadirin yang go tonga belolo dan go hungen baat…(hadirin yang saya muliakan-Lamaholot, red)


Pemilu 2019 ada 16 Partai Politik memperebutkan 25 kursi di Kabupaten Lembata. Siapa partai dan calon dengan suara terbanyak dialah yang layak mendapatkan kursi terpilih. Parlamen threshold hanya berlaku untuk pusat. Sementara di daerah tidak. Nah… enam belas partai yang akan bertarung memperebutkan kursi DPRD Kabupaten Lembata, KPU mencatat ada 359 Caleg yang ikut berkompetisi.



Dengan demikian, atas nama penyelenggara, teman-teman komisioner KPU, kami menghimbau kepada para kontesntan untuk berkomptisi secara sehat, berikan pendidikan politik terbaik pada massyarakat. Beri ruang kepada mereka untuk memilih secara bebas.



Begitu juga kepada segenap warga pemilih… kami menghimbau sekaligus mengajak agar semua kita datang ke TPS dan menggunakan hak pilih. Gunakan hak pilihmu secara bebas, lawan intimidasi, lawan politik tipu-tipu, lawan politik uang. Kita boleh berbeda dalam pilihan maupun padanngan politik, tetapi ingat, ata koda ama tao opo genang, tite ata ama no anaken hena, tite ata kaka no ari, tale tou kebote ehak  (ingat pesan Leluhur, kita adalah sudara seharim). Dan mari junjung tinggi semangat Taan Tou, ake getu ake bola, ake boti ake gese (pererat tali persaudaraan, jangan sampai kita terpecah bela)



Hadirin sekalian yang saya banggakan…



Di kempatan berharga ini pula, atas nama teman-teman komisioner KPU sekertaris KPU Lembata, para Kasubag dan seluruh Staf KPU Lembata menyampaikan rasa terimakasih mendalam kepada :

  1. Pemerintah Kabupaten Lembata
  2. Kapolres, Koramil dan Jajarannya yang sudah terlibat aktif dalam sejak awal hingga akhir acara
  3. Kelompok band King Stone Rege yang terlibat meriahkan acara pemilu Run
  4. Keluli Sound
  5. Sanggar Tari pimpinan Pak Yos Waleng
  6. Para insane pers
  7. Juga seluruh warga dan para penjasa yang terlibat dengan caranya sendiri untuk mensukseskan acara ini.

Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan dalam sambutan ini, Bersama teman-teman Komisioner KPU Lembata dan atas restu Tuhan dan Leluhur Lewotana Lembata, ACARA PEMILU RUN YANG DI GELAR PADA PETANG INI DI PELATARAN LAPANGAN HARNUS LEWOLEBATA SAYA NYATAKAN DIBUKA DAN SELAMAT BERGEMBIRA, TUHAN MEMBERKATI SEMUA KITA….AMEN…
Lewoleba, 6 April 2019
KPU Kabupaten Lembata
Ketua


Elias Kaluli Making

Untuk Hari Yang Utuh




Semestinya kita menjaganya agar tetap utuh
Jangan dipenggal potong
Jangan dicincang robek
Karena potongan kayu itu
Akan berkhir menjadi abu dan arang

Biarkan utuh
Bulat digenggam
Jangan dirusak
Karena madu yang menetes ke tanah
Hanya berakhir pada mulut semut
Lalu lenyap tanpa bekas

Jangan dirobek
Biarkan utuh untuk ditulis
Karena sobekan kertas itu
Hanya akan berakhir pada keranjang sampah
Dibakar, hangus dan tanpa bekas
Lalu kemana catatan harimu?

Lupakan yang penting
Karena penting itu tak penting
Apalagi untuk hari yang utuh
Karena ia milik kita
Untuk janji tanpa batas

Yogi Making
13/5/2019