Selasa, 23 Juli 2019

Pemarah Yang Aneh



Marah..banyak orang menjadi pemarah
dan gila atas kemarahan
Sehingga sering marah-marah
Lalu cemas bila tak marah

Itu aneh bukan?
Bukan marah akan keanehan
Tetapi menjadi pemarah, kerena kemarahan
Aneh, pemarah marah akan kemarahan

Ah..lihat diujung sana banyak pula yang cemas
Mereka cemas bila tak marah
Lalu marah-marah atas kecemasan
Cemas kalau tak marah, dan menjadi pemarah kalau cemas

Ini gila.. Dunia kini dihuni oleh kaum pemarah
yang tergila-gila atas kemarahnya
dan menjadi gila karena kemarahannya
Pemarah yang gila adalah mereka yang menggilai kemarahannya
Lalu marah-marah
Tanpa tau kemana marah bermuara

Di facebook marah
Twitter marah
Instagram juga marah-marah
Telegram penuh kata marah

Ah..Marah mengantri pada semua tempat
Sehingga dunia terasa sesak dengan jejeran kata marah

Ruang Kerja, 23 Juni 2019
By, Yogi Making




Sabtu, 13 Juli 2019

Tentang Kota Yang Egois




Aroma busuk lumpur menyelinap diantara jejeran bangunan kota
Bersaing dengan riuh mesin dan kepul asap kendaraan
Berebut masuk pada rongga hidung pejalan kaki
Meresap lalu kering pada paru anak jalanan

Lalu siapa peduli...?
Ah..., kota sangat egois
Masa bodo pada lirih pengemis tua
Yang merangkak lemas diantara tong sampah

Tuan..aku lapar,
Aku belum makan..
Siapa peduli..?
karena rintih pengemis
hanya lenyap diantara molek bibir pelacur jalanan

Kota yang egois
Tak peduli pada resah kaum miskin
Menolak iba pada tangis bayi pengemis
Tapi luluh pada pinggul tante girang
Lalu tenggelam diantara jepitan paha pelacur

Siapa peduli..?
Sementara kulihat kau dilayar televisi
Hanya bicara
Berdebat ribut dan saling ancam
Hanya demi kuasa

Siapa peduli..?
Karena disini, dikota ini
Dasi pejabat lebih mahal dari nyawa kaum papa

By : Yogi Making
Kamar Hotel Bunga-Bunga, Jln. Antara No : 2
Pasar Baru, Jakpus, 11/7/2019