Jumat, 30 Agustus 2019

SAMBUTAN KETUA KPU KABUPATEN LEMBATA DALAM UPACARA APEL BENDERA HUT RI SABTU 17 AGUSTUS 2019



KOMISI PEMILIHAN UMUM
KABUPATEN LEMBATA


Selamat Pagi, dan Salam Sejahtera bagi kita semua,

Yang saya hormati,
  1. Rekan-Rekan Komisioner KPU Lembata
  2. Sekertaris KPU Kabupaten Lembata
  3.  Para Kasubag
  4.  Dan yang saya banggakan saudara/i Staf KPU Kabupaten Lembata

Selamat Pagi, Salam Damai Sejahtera buat semua kita...

Marilah senantiasa kita bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha kuasa, karena pada hari ini kita diberi kesempatan untuk memperingati 74 tahun Kemerdekaan Negara kita tercinta, Republik Indonesia, dalam keadaan sehat wal’afiat.

Rasa syukur ini tentu akan lebih bermakna apabila disaat yang berakhmat dan penuh sukacita ini tidak diperingati sebatas tanggal dan hari, juga tidak semata untuk  mengenang jasa para Pahlawan, tetapi lebih dari itu hendaknya moment HUT RI, kita manfaatkan untuk meningkatkan patriotisme dan jiwa nasionalisme, serta  rasa cinta pada Bangsa untuk pengabdian tanpa batas pada Lewotana tercinta.

Peserta upacara yang saya hormati,

Tidak terasa, 74 tahun kita merdeka. Dalam hitungan umur, 74 tahun rasanya baru seumur jagung. Tua dalam hitungan umur manusia, namun belia dalam hitungan bernegara. Kendati demikian, di mata dunia, dalam banyak sisi Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan. Tentu, lompatan kemajuan bangsa sebagaimana sama kita ikuti, tidak lepas dari peran seluruh anak bangsa.
Lompatan kemajuan yang telah dicapai bangsa ini, tidak lalu membuat kita berpuas diri, tetapi justru menjadi pemicu untuk terus merangsek maju berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Peserta upacara yang saya hormati,

Puji Tuhan, belum lama ini kita sukses menyelenggarakan Pemilu Serentak yang aman, damai dan demokratis. Tetapi kerja belum tuntas,  di depan masih banyak agenda kepemiluan yang akan kita hadapi. Berkaca pada rumitnya kerja kepemiluan yang sudah kita lalui itu, boleh jadi kerumitan penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 menjadi bahan evaluasi para pengambil kebijakan di tingkat nasional.

Dan bukan tidak mungkin, agenda Pilkada pun mengalami perubahan. Itu berarti, Pilkada Lembata yang mestinya berlangsung di tahun 2024 bisa di geser ke 2022. Dan jika perubahan terjadi, maka tidak lama lagi agenda super penting itu akan kita hadapi bersama.

Kita harus siap untuk menghadapi perubahan-perubahan yang mungkin saja terjadi, kalau berkaca pada pelaksanaan pemilu sebelumnya, maka kitapun mesti jujur mengakui bahwa masih banyak yang kurang. Terlalu banyak yang bolong, dan butuh perhatian serta tanggungjawab yang lebih serius untuk menanganinya.

Dan sudah pasti, Sumber Daya Manusia menjadi kuncinnya. Kesiapan kita dalam menghadapi kerja kepemiluan di masa depan, sudah harus kita lakukan dari sekarang. Salah satunya adalah dengan mendorong peningkatan pengetahuan sumberdaya manusia, melalui Bimtek-bimtek, pelatihan juga rakor yang rutin diselenggarakan, baik di tingkat KPU RI, maupun provinsi.

Kerja kepemiluan untuk melahirkan pemimpin baru kedepan tentu semakin rumit dengan tuntutan provesionalitas penyelenggara yang mumpuni. Karena itu, tepat di HUT RI yang ke 74 yang mengusung tema SDM Unggul Indonesia Maju, maka masing-masing kita mulai memperbaiki diri, baharui motivasi kerja, mendorong semangat juang dan jiwa rela berkorban.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan demokrasi, maka manusia KPU kedepan adalah manusia tidak cukup dengan mengatakan siap, tetapi manusia KPU yang mampu membalikan kelemahan menjadi kekuatan, manusia yang dibutuhkan KPU kedepan adalah manusia yang cakap mengubah kesulitan menjadi kemampuan, manusia yang selalu merasa tak cukup dengan melayani dari belakang meja, tetapi manusia yang siap bekerja dilapangan, manusia yang taat asas, yang setia pada sumpah, janji dan kode etik. Dan dalam melaksanakan kerja kepemiluan KPU butuh manusia dengan kerja yang terukur dan bertanggungjawab.

Manusia penyelenggara pemilu kedepan adalah manusia yang menolak kompromi dengan hal yang menghancurkan demokrasi, manusia yang jujur, yang provesional dan berdidikasi.


Akhirnya, dari tempat ini, saya ajak semua kita untuk menaikan puji serta syukur kita pada Tuhan, atas pernyertaannya pada perjalanan bangsa dari waktu ke waktu. Kita berdoa, semoga para pejuang yang mengabdikan diri demi meperjuangkan kemerdekaan, senantiasa mendapat tempat yang layak di sisiNYA.

Dirgahayu Bangsaku, Dirgahayu negeriku
SDM Unggul Indonesia Maju

Lewoleba, 17 Agustus 2019
KPU Kabupaten Lembata
Ketua


Elias Kaluli Making




SAMBUTAN KETUA KPU LEMBATA DALAM RAPAT PLENO PENETAPAN KURSI DAN CALON TERPILIH DPRD TINGKAT KPU LEMBATA





KOMISI PEMILIHAN UMUM
KABUPATEN LEMBATA


  1.  Teman-Teman Komsioner KPU Lembata yang saya kasihi,
  2.  Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Lembata yang saya banggakan,
  3. Yang saya hormati, Bupati dan Wakil Bupati Lembata,
  4. Pimpinan DPRD Kabupaten Lembata yang saya hormati,
  5. Yang saya hormati, Kapolres dan Koramil Lembata Barat,
  6. Jajaran pimpinan Dinas instansi pemerintahan Kabupaten Lembata yang sempat hadir yang saya hormati,
  7. Yang saya hormati, Para tokoh masyarakat, tokoh agama yang sempat hadir,
  8. Yang saya hormati, Saudara-Saudara Para Pimpinan Partai Politik,
  9.  Sekertaris KPU, Kasubag dan seluruh staf KPU Lembata yang saya hormati,
  10. Para Insan Pers dan pemerhati demokrasi kabupaten Lembata yang saya hormati.


Selamat soreh, dan salam demokrasi buat semua kita....

Sebagai insan Tuhan, diawal acara ini saya ajak semua kita untuk menundukan kepala, menaikan puji dan syukur kepada Tuhan dan rasa terimakasih kepada Leluhur Lembata, karena atas restu dan perkenaannyalah, kita dipertemukan dalam keadaan sehat walafiat, dan Rapat Pleno Penetapan Kursi dan Calon Terpilih DPRD tingkat KPU Kabupaten Lembata, sebagai bagin akhir dari tanggungjawab KPU, dapat kita langsungkan pada hari ini, tanpa hambatan apapun.

Di kesempatan yang berrahmat ini, mewakil kawan-kawan komsioner KPU Lembata, Sekertaris dan Seluruh Keluarga Besar KPU Kabupaten Lembata, menyampaikan Selamat Merayakan Idul Adha 2019 bagi saudaraku kaum muslim Lembata. Mari, Jadikan Momentum Idul Adha sebagai jalan memperbesar pengorban dan pengabdian diri bagi Bangsa dan terutama bagi Lewotana Lembata tercinta.

Hadirin sekalian yang saya banggakan...

Pemilu 2019 patutlah dicatat dalam bagian sejarah tersendiri, banyak kalangan menilai, Indonesia sebagai salah satu Negara demokrasi terbesar di dunia, mampu menunjukan kwalitasnya dengan melaksanakan pemilu serentak yang rumit, unik namun sukses. Sebagai  anak bangsa patut kita berbangga.

Kita berbangga bukan semata-mata karena menjadi bagian dari sukses Pemilu semata, namun lebih dari itu, karena kita mampu menjaga bangsa dan terutama Lewotana  ini dari kehancuran akibat perpecahan politik.

Panas pertarungan politik dalam pemilu 2019 di daerah lain bisa kita lihat. Tak cuma pada akar rumput, pada tataran elitpun ikut menyumbang lahirnya Politik indentitas, menghadirkan berita hoax, dan eksplotasi ujaran kebencian. Pembelahan terjadi dengan sangat tajam.

Panas pertarungan politik para elit, menjalar bebas ke akar rumput. Namun tidak untuk Lembata. Meski kompetisi politik berjalan demikian ketat, tetapi panasnya situasi politik nasional itu, tidak banyak membawa pengaruh negatif kedalam kehidupan bermasyarakat di Lewotana ini. Patut pula dicatat, Lembata yang sebelumnya disebut sebagai salah satu daerah terawan dalam Pemilu 2019 di Indonesia, mampu dibalikan. Faktanya, kesan rawan yang sebelumnya tersemat tidak terbukti. Justru masyarakat bersuka cita menyambut dengan gegap gempita hadirnya pesta demokrasi lima tahunan dalam nada persaudaraan. Pemilu serentak 2019 di Lembata berlangsung aman, lancar dan demokratis.

Hadirin yang saya banggakan...

Kendati demikian, Pemilu 2019 tidak sekedar meninggalkan cerita sukses. Sejarah mencatat, dibalik semua apresiasi kesukseskan penyelenggaraan Pemilu, lahir juga kisah pilu. Ratusan nyawa Penyelenggara Pemilu dan prajurit TNI/Polri melayang setelah menjalan tugas di TPS.

Disaat yang hampir bersamaan, dibalik pengorbanan tanpa batas para petugas pemilu dan aparat TNI/Polri, rasa tidak percaya dan tudingan keras terhadap institusi Penyelenggara Pemilu gaung membahana di seantero egeri. Tamparan demi tamparan menghujam tanpa bisa di  elakan.

Ketidakpercayaan kelompok tertentu kepada institusi penyelenggara pemilu, berujung di Pengadilan Mahkama Konstitusi. tak Cuma gugatan berskala nasional, pada tataran lokal, terhadap Keputusan KPU Lembata nomor 21/HK.03.1/Kpt/KPU-KAB.53.5313/V/2019 tentang Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lembata, khusus untuk Daerah Pemilihan Lembata 3, digugat ke MK oleh Partai Amanat Nasional.

Rasa tidak percaya yang kemudian melahirkan hujatan serta gugatan ke MK, bagi kami selaku penyelanggara pemilu adalah hal positif. Hujan hujatan akibat ketidakepercayaan yang mengguyur tubuh penyelenggara, adalah bentuk kontrol warga bangsa sekaligus awasan bagi kami setiap insan penyelenggara Pemilu untuk berdiri kokoh, teguh memegang sumpah, janji dan kode etik penyelenggara.

Pemilu sudah berlangsung, pilihan pun sudah kita jatuhkan. Namun niatan untuk mengakhiri seluruh agenda penyelenggaraan Pemilu melalui tahapan penetapan sebagaima perintah Peraturan Komisi Pemilihan Umum RI Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum harus di geser hingga ke hari ini.

Dan Puji berilmpah serta berjuta terimakasih, patutlah kita daraskan kehadirad Tuhan dan Leluhur Lewotana, sebab  melalui putusan MK Nomor 120-12-19/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019 perihal Amar Putusan, yang dibacakan dalam sidang Pengucapan Putusan Selasa, 6 Agustus 2019. Hakim Mahkama Konstitusi menyatakan menolak seluruh permohonan pemohon.

Dengan ditolaknya gugatan Pemohon, maka berakhir pula sengketa PHPU. Bagi kami dikalangan penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Bawaslu Kabupaten Lembata,  mempertanggungjawabkan kerja penyelenggaraan Pemilu dihadapan warga bangsa dan dihadapan sidang MK, adalah hal positif.
Dengan gugatan itu, pihak Pemohon telah benar membuktikan kalau penyelenggara Pemilu, bekerja sebagaimana sumpah dan janji untuk menjalankan tugas secara transparan, provesional dan adil serta berkepastian hukum, demi mewujudkan Pemilu yang berkwalitas dan berintegritas.

Melalui gugatan, partai politik dan penyelenggara pemilu memberikan pelajaran hukum yang baik kepada warga bangsa. Bahwa Kritik, rasa curiga bila terus dipelihara dapat merusak hubungan antar personal bahkan mungkin akan memunculkan fitnah dan pembunuhan karakter pelaku penyelenggara pemilu.

Rasa curiga terhadap instutusi dan kerja oknum penyelenggara pemilu mungkin saja memantik dendam, dan menyalakan api kebencian. Melalui gugatan dan pembuktian hukum dihadapan pengadilan adalah cara yang paling elegan untuk mengakhiri rasa curiga dan tudingan negatif terhadap institusi penyelenggara pemilu. Apapun hasil yang kemudian diputuskan pengadilan, semua pihak wajib hukumnya berbesar hati untuk menerima. Disinilah letak kenegawaran seseorang.
Karena itu, melalui kesempatan yang berharga ini, untuk kesekian kalinya, kami atas nama seluruh penyelenggara pemilu menyampaikan terimakasih secara khusus kepada Partai Amanat Nasional, yang telah mengambil langkah hukum dengan mengajukan gugatan sengketa PHPU ke pangadilan MK.

Dengan pembuktian dan putusan MK yang menolak seluruh gugatan pemohon, kami berharap seluruh pikiran negatif terhadap institusi KPU dan Bawaslu selaku institusi penyelenggara pemilu yang mungkin saja pernah singgah dalam benak, hendaknya dilupakan. Mari kita bersinergi demi membangun demokrasi di tanah Lembata yang sama kita cintai ini. 
Hadirin sekalian yang saya banggakan....

Untuk itulah hari ini, sesuai perintah Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum. KPU Kabupaten Lembata menggelar Rapat Pleno Penetapan Kursi dan Calon Terpilih.

Siapapun yang kemudian ditetapkan dalam pleno ini, adalah sesungguhnya lahir dari rahim rakyat Lembata, mereka putra-putra terbaik yang dipercayakan untuk memanggku jabatan wakil rakyat selama masa lima tahun ke depan.

Bagi saudaraku yang dalam pemilu kemarin belum meraih kepercayaan, hendaknya menjadikan momentum Pemilu sebagai bagian dari proses pembelajaran. Ini bukan kekalahan, tetapi ini  soal kesempatan menang belum datang. Begitu juga bagi yang meraih suara terbanyak, jangan pula berbangga dan menepuk dada,  karena kerja dan tanggungawab membangun Lewotana sesungguhnya baru dimulai. Rawatlah selalu kepercayaan masyarakat yang diberikan kepadamu, berjuanglah dengan tulus demi perubahan dan perbaikan demokrasi untuk masa lima tahun mendatang.

Dan kepadamu para calon terpilih, saya dan kawan-kawan komsioner KPU Kabupaten Lembata, sekertaris dan semua keluarga besar KPU Kabupaten Lembata menyampaikan proviciat atas kepercayaan besar yang ditampuk rakyat keatas pundakmu. Ingatlah... Kerja dan tanggungungjawab besar terhadap kemajuan Lembata sedang menanti anda, semoga Tuhan dan Leluhur Lewotan Menyertai Perjalan Karirmu.

Hadirin yang saya muliakan...

Sebagaimana yang telah saya sampaikan pada bagian terdahulu, bahwa Sukses Pemilu tak semata karena kerja Penyelenggara Pemilu, namun berkat kerja sama semua kita.
Untuk itu, perkenankan saya mewakili seluruh jajaran KPU selaku penyelenggara teknis Pemilu se Kabupaten Lembata, menyampaikan terimakasih sebesar-bersanya kepada :

  1. Kawan-kawan Komsioner Bawaslu dan seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Lembata.
  2. Kapolres Lembata, Koramil dan seluruh jajaran TNI/Polri di Kabupaten Lembata
  3. Kepada Pemerintah Kabupaten Lembata
  4. Kepada Kepala Kejaksaan dan Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Lembata
  5.  Para tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan seluruh pemerhati demokrasi di Kabupaten Lembata
  6. Terimakasih juga kami daraskan kepada Pimpinan Partai Politik, para calon perseorangan, tim pemenangan dan tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden.
  7.  Sekertaris KPU, Para Kasubag, dan Semua Staf KPU Kabupaten Lembata
  8. Rekan-rekan panitia Adhoc, PPK, PPS dan KKPP se Kabupaten Lembata
  9. Rekan-rekan Jurnalis Lembata
  10. Serta terimakasih mendalam juga untuk seluruh lapisan masyarakat Lembata

Bahwa dengan kerja keras, kerja tepat juga kerja cerdas, dengan cara kita masing-masing, akhirnya perjalanan pemilu serentak 2019 yang memakan waktu, biaya dan energi,  berlangsung aman, dan sukses.

Dan dari tempat ini pula, bersama kawan-kawan komisioner KPU Lembata, Sekertaris dan seluruh keluarga besar KPU Lembata, menyampaikan permohonan maaf, bila kemarin dalam urusan kepemiluan, baik dalam bentuk pelayanan, tutur kata, maupun sikap yang kami lakukan kurang berkenan dihati saudaraku sekalian.

Hadiran yang saya muliakan...

Dan akhirnya, dengan memohon kehadiran Tuhan dan Restu Leluhur Lewotana Lembata, saya nyatakan, Rapat Pleno Terbuka Penetapan Kursi dan Calon Terpilih Tingkat KPU Lembata pada hari ini, Minggu 11 Agustus 2019 saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.

Lewoleba, 11 Agustus 2019
KPU Kabupaten Lembata
Ketua KPU Lembata

Elias Kaluli Making



Selasa, 06 Agustus 2019

Akhir Sengketa PHPU

(Sebuah Catatan Kecil tentang sengketa PHPU Dapil Lembata 3)

Pemilu 2019 tidak berakhir begitu saja, tetapi semua kita harus menahan napas, mengeser sedikit rasa penantian untuk KPU menetapkan calon terpilih. Pesta demokrasi 5 tahunan yang dilaksanakan secara serentak itu, menyisahkan banyak cerita. Tak semata cerita senang, tetapi banyak juga cerita duka.

Mulai dari kisah kematian kawan-kawan penyelenggara, demonstrasi, dugaan kecurangan hingga gugat menggugat di Mahkama Konstitusi. Sebagai penyelenggara, riak-riak demokrasi sebagaimana yang kita lewati adalah hal yang biasa. Bahkan demi tegaknya demokrasi, nyawapun kami siap pertaruhkan untuk bangsa. 

Untuk Lembata, secara umum Pemilu 2019 berlangsung sukses. Tentu berkat sentuhan tangan semua elemen masyarakat. Sebagaimana yang pernah saya sampaikan sebelumnya melalui akun FB, Sukses Pemilu 2019 di Lembata adalah kerja keras, kerja cerdas dan Kerja Tepat semua kita, baik itu kita sebagai Penyelenggara, Pemerintah, Aparat Keamanan, dan tentu juga semua Masyarakat Lembata. Ehh.... hampir lupa, dan juga berkat upaya keras dari para politisi dan pengurus Paropl. Sukses Pemilu bukan Semata Sukses Penyelenggara, tetapi sukses Pemilu 2019 adalah Bangsa. 

Tetapi pemilu tidak berakhir setelah pleno di tingkat KPU. Untuk Lembata (juga banyak daerah lainnya) ternyata hasil pemilu yang sudah ditetapkan dalam Pleno Rekapitulasi dan Penghitungan Suara itu, direspon dengan gugatan dari Parpol. Gugatan di MK itulah membuat KPU belum menetapkan kursi terpilih.

Sebagai informasi,  proses penetapan kursi terpilih untuk DPRD Kabupaten hasil Pemilu 2019, tingkat KPU Lembata harus ditunda. Pasalnya, hasil Pemilu khusus untuk Dapil Lembata 3 (Omesuri dan Buyasuri) digugat oleh Partai Amanat Nasional.

Sejak gugatan itu dilayangkan, KPU juga Bawaslu berupaya maksimal untuk membuktikan kalau gugatan atau tuduhan yang dilayangkan tidak terbukti. Dalam sidang MK, KPU dan Bawaslu berupaya menghadirkan fakta riil. Tidak maik-main, seluruh dokumen hasil pemilu dari tingkat TPS hingga rekapitulasi tingkat KPU Lembata dijadilan alat bukti untuk memperkuat dalil bantahan terhadap gugatan Pemohon. 

Dan Puji Tuhan, setelah melewati proses panjang dan melelahkan, hari ini, Selasa 06/8/2019 dalam sidang Pengucapan Putusan, Hakim Mahkama Konstitusi-RI menyatakan menolak seluruh permohonan pemohon karena tidak memiliki alasan yang kuat menurut hukum.

Artinya, Hakim MK mengabulkan seluruh bukti dan dalil bantahan KPU selaku Termohon. Tetapi bukan soal menang atau kalah. Bagi kami, perkara/sengketa PHPU telah memberikan pembelajaran hukum yang peenting kepada bangsa. Bahwa kecurigaan, adalah hal wajar dalam sebuah kompetisi. Tetapi kecurigaan, hendaknya dimanage secara bijak agar tidak melahirkan konflik yang kemudian berdampak buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dugaan kecurangan tak berakhir hanya dengan sebuah argumentasi belaka, karena dapat menimbulkan fitnah dan kerugian demoktasi, tapi butuh pembuktian. Dan dalam urusan dengan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) tempat pembuktian kebenaran itu melalui Sidang MK. Melalui sidang MK, argumentasi hukum kita adu, di sidang MK kita adu bukti dan  data.

Iya, bahwa putusan MK, tidak semata memberi rasa bangga, tetapi hampir pasti kalau keputusan itu  menyisahkan rasa ketidakpuasan terutama pada kalangan tertentu, dan mungkin kepada Parpol tertentu. Tetapi apapun itu, kami percaya, bahwa Hakim MK telah melihat dengan telitih seluruh fakta persidangan, seluruh bukti dan keterangan saksi juga keterangan pihak terkait sebelum benar-benar menjatuhkan putusan. Semoga putusan MK dalam Sidang Sengketa PHPU nomor 120 memenuhi rasa keadilan semua pihak.

Semua sudah berakhir, untuk itu bersama Kawan-Kawan Komisioner KPU dan seluruh Cru KPU Kabupaten Lembata, dan jajaran penyelenggara adhock, kami menyampaikan rasa terimakasih mendalam kepada semua pihak atas dukungannya. Akhiri Seluruh Perbedaan, sambung kembali tali persuadaraan yang mungkin pernah putus, mari saling mendukung demi tegaknya demokrasi bangsa dan perubahan bagi Lewotana Lembata Tercinta. Mohon doanya agar KPU Lembata segera melaksanakan agenda Penetapan Kursi dan Penetepan Calon DPRD Terpilih Hasil Pemilu 2019.

Bravo Lewotana Salam Demokrasi....

Penulis : Elias Kaluli Making
(Ketua KPU Lembata)