Jumat, 18 Maret 2022

Kata Pisah Buat 11 Generasi Adonara

 

Saar Belajar Menjadi KPPS


Mereka peserta didik SMK Witihama, Adonara yang sejak 17 Januari 2022 menjalankan Pendidikan Sistim Ganda (PSG) di Kantor KPU Lembata dan baru berakhir kemarin 17 Maret 2022. Dua bulan lamanya, 11 Orang siswa SMK Witihama, Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan itu ada bersama kami.

Dua bulan adalah waktu yang tidak panjang, hanya sebentar apalagi untuk tujuan belajar, tentu tidak maksimal. Tetapi mau bagaimana? itu sudah menjadi ketentuan kurikulum belajar mereka. Dimasa ada bersama, kami berusaha memberi apa yang bisa kami beri. Berupaya membimbing mereka untuk memanfaatkan waktu PSG dengan belajar menyesuaikan pengetahuan kejuruan yang mereka terima dengan terapan teknologi computer di dunia kerja.

Pada sisi lain, KPU Lembata pun tidak lupa mendidik mereka menjadi generasi melek Pemilu, tidak sekedar pengetahuan tentang pemilu dan demokrasi, tetapi mereka juga kami latih untuk menjadi Penyelenggara Pemilu tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Yah… kami tau, bahwa mereka kemudian akan menjadi pemilih Flores Timur (paling tidak untuk Pemilu dan Pemilihan tahun 2024), tetapi adalah tugas KPU untuk menyampaikan informasi kepemiluan yang benar sesuai cita-cita demokrasi. Kami berharap mereka kemudian tumbuh menjadi generasi cerdas yang paham tentang tanggungjawab warga Negara untuk menghadirkan pemimpin melalui sebuah Pemilu.

Tidak berhenti dengan pendidikan Pemilih dan Simulasi Pungut Hitung, mereka juga kami ajak untuk belajar menulis berita. Tentu tidak bermaksud untuk menjadikan mereka sebagai wartawan remaja, tetapi pengetahuan tulis itu kami anggap penting untuk “diinstal” sebagai pengetahuan tambahan buat mereka, generasi dari “tanah bermahar gading” itu,  apalagi diakhir masa PSG nanti mereka wajib menulis laporan akhir.

Omong-omong tentang 11 peserta PSG dari SMK Witihama Adonara, mereka anak-anak yang unik. Hadir dengan kemampuan dan karakter berbeda, yang dengan sendirinya sedikit memaksa para pembimbing di masing-masing Sub Bagian pada kantor KPU Lembata maksimal berpikir dan mencari cara agar mereka mampu menyesuaikan pengetahuan yang mereka terima dari sekolah dengan terapan di dunia kerja.

Membimbing anak seusia mereka tentu tidak mudah, apalagi mereka baru saja kami kenal. Hehehe… kadang kami harus memposisikan diri sebagai orang tua tetapi kadang harus turun tingkat menjadi kakak, dan teman mereka. Ada yang datang dengan tingkah cuek, malas tau bahkan terkesan tidak mau tau dengan kewajiban mereka sebagai pelajar yang sedang menjalani PSG. Tetapi ada pula yang tekun, kemauan untuk menjadi tau sangat tinggi, ada yang centil dan lucuh, dan ada pula yang tenang dan pendiam.

Dan iya… kemarin Kamis 17 Maret 2022 tepat hari akhir PSG mereka dijemput guru. Acara pelepasan di buat KPU Lembata secara sederhana. Tampak sekali kalau 11 generasi asal “Lewo Tadon Adonara, Tana Naran Nuha Nebon “ itu enggan pulang ke sekolah, hehe… mungkin karena mereka sudah terlanjur dibuat betah.

Tetapi masih ada satu kewajiban dari mereka harus mereka selesaikan yakni Laporan PSG. Yah.. saya tau bahwa untuk laporan akhir itu, masing-masing mereka dalam 1 bulan terakhir ini berjibaku untuk mencari materi untuk menulis. 11 orang dengan 11 judul laporan yang berbeda, stretegi ini sengaja dibuat Sekertaris KPU Lembata agar isi laporan mereka tidak sama. Tentu saja, cara ini memaksa mereka untuk berlomba mencari bahan, melakukan wawancara dan menuangkan dalam bentuk narasi laporan.

Masa PSG 11 siswa SMK Witihama sudah berakhir kemarin, tetapi siang tadi tanpa saya duga beberapa diantara mereka tetiba muncul lagi di KPU. “kami soreh ini baru jalan bapak. Kami punya laporan bapak belum tanda tangan,” jelas mereka sambil menyodorkan laporan untuk saya bubuhkan tanda tangan.

Beberapa mereka yang temui saya siang tadi itu adalah: Ina Tokan, Nia Tokan, Susan, Mia, Nanda, Akbar, Crespo, Alfa. “Diamana yang teman-teman kalian yang lain?” Tanya saya. “mereka sudah jalan duluan bapak,” jelas Mia.

Nia dan Ina yang serius belajar

Khusus untuk siswa perempuan, laporan mereka sudah selesai lebih awal, dan kemarin pasca acara pelepsan sudah ditandatangani, tetapi beberapa anak lak-laki baru bisa saya bubuhkan tandatangan siang tadi.

Ok, salam pisah buat kalian semua. Semoga kalian tumbuh menjadi generasi Lamaholot yang cerdas dan berbudaya. Terimakasih untuk SMK Witihama yang mempercayai KPU sebagai tempat siswa menjalankan PSG.

“Salam Satu Lamaholot,” …”KPU, Melayani,” …”SMK, Bisa,”


Alfa dan Crespo di hadapan Kasubag Teknis KPU Lembata, Edwad Tokan


Akbar Siswa Unik sedang menanti laporannya di Print bang Wempi 
  

Nanda, Si kecil bedialeg Kupang

Susan, Anak Nelayan Meko yang serius mendengar penjelasan dari Kakak Bastian 

Foto dan Narasi 
Oleh : Yogi Making