Senin, 27 Agustus 2018

Luka Agustus

(Buat Wae Kewa, Reu Nardo dan Mama Yuliana Tuto)

Harap direnggut
Asa di tebas
Rindu digantung

Jiwa pamit
Raga terbujur
Luka, Perih…
Duka dan nestapa

Laksana Tombak menembus lambung
Ibarat Pedang menebas leher

Agustus
Sepi dalam keramaian
Ada tanggis diantara sorak gempita
Dan Agustus, aku seperti tenggelam dilaut teduh

Agustus
Entah sial
Entah takdir


Wangatoa, 25/8/2018
(Yogi Making-Lelaki Kampung)



SUDAHKAH MERDEKA?


73 tahun
Belum lama, rasanya baru kemarin
Sebab Gaung proklamasi dan pekik merdeka
Masih menghentak gendang telinga
Mantul-menabrak dinding hati


73 Tahun 
Mestinya sudah tua
Para proklamator telah mangkat
Dan para penjasapun banyak yang telah pergi menghadap sang khalik
Mungkin sebagian lagi masih hidup
Tapi sudah rentah, tak lagi berkuasa


Rasanya memang belum lama pekik Merdeka itu didengung
Tapi bukan dari mulut para pejuang
Diatas panggung politik
Dari balik podium penguasa


Belum lama, merdeka
Ku dengar, dirumah kumuh petani kampung
Di sekolah, di kebun, di kampus bahkan di gedung-gedung mewah
Dari mulut bocah kampung
Dari teriakan demonstran
Dari balik mimbar rumah ibadah
Juga datang dari mulut sang koruptor


Padahal sudah tua
Lebih dari setengah abad
Tapi rasanya masih baru


Merdeka!! 
Rakyatku, kehabisan BBM
Merdeka, ratusan orang miskin mengantri pada rumah sakit kelas rendah 
Merdeka!!
Nelayanku menangis, dan lautnya dicuri
Merdeka, tanah petani untuk kaum kapitalis


Indonesiaku Merdeka
Hampir satu abad
Tetapi rasanya belum tua


Sebab baru kudengar pekik Merdeka
Dari mulut anak negeri
Dari bibir para pejabat
Dari teriakan penghianat


Merdeka!!
Ratusan nyawa melayang di rumah Tuhan
Merdeka!!
Pejuangku di penjara


Merdeka itu
Bebas, menjarah 
Merdeka itu hukum dipermainkan
Koruptor bebas hidup mewah dalam tahanan

Merdeka itu
Bebas merebut kuasa
Merdeka, ribuan anak negeri kehilangan kerja
Merdeka, yang miskin tetap miskin


Merdeka....
Mulut kritis disumbat duit
Pejuang dikerangkeng
Dan Pejabat tak kunjung merakyat
Merdeka, angka kemakmuran direkayasa


Rasanya memang baru kemarin
Kudengar pekik merdeka dari mulut bocah SD


Dan hari ini rasanya ingin kutemui kamu 
Untuk bertanya bagaimana rasanya medeka? 
Bertanya pada kalian semua, sudahkah kita benar-benar Medeka?


Wangatoa, Jumad, 17 08 2018
(Yogi Making-Lelaki Kampung)