SUDAHKAH MERDEKA?
73 tahun
Belum lama, rasanya baru kemarin
Sebab Gaung proklamasi dan pekik merdeka
Masih menghentak gendang telinga
Mantul-menabrak dinding hati
73 Tahun
Mestinya sudah tua
Para proklamator telah mangkat
Dan para penjasapun banyak yang telah pergi menghadap sang khalik
Mungkin sebagian lagi masih hidup
Tapi sudah rentah, tak lagi berkuasa
Rasanya memang belum lama pekik Merdeka itu didengung
Tapi bukan dari mulut para pejuang
Diatas panggung politik
Dari balik podium penguasa
Belum lama, merdeka
Ku dengar, dirumah kumuh petani kampung
Di sekolah, di kebun, di kampus bahkan di gedung-gedung mewah
Dari mulut bocah kampung
Dari teriakan demonstran
Dari balik mimbar rumah ibadah
Juga datang dari mulut sang koruptor
Padahal sudah tua
Lebih dari setengah abad
Tapi rasanya masih baru
Merdeka!!
Rakyatku, kehabisan BBM
Merdeka, ratusan orang miskin mengantri pada rumah sakit kelas rendah
Merdeka!!
Nelayanku menangis, dan lautnya dicuri
Merdeka, tanah petani untuk kaum kapitalis
Indonesiaku Merdeka
Hampir satu abad
Tetapi rasanya belum tua
Sebab baru kudengar pekik Merdeka
Dari mulut anak negeri
Dari bibir para pejabat
Dari teriakan penghianat
Merdeka!!
Ratusan nyawa melayang di rumah Tuhan
Merdeka!!
Pejuangku di penjara
Merdeka itu
Bebas, menjarah
Merdeka itu hukum dipermainkan
Koruptor bebas hidup mewah dalam tahanan
Merdeka itu
Bebas merebut kuasa
Merdeka, ribuan anak negeri kehilangan kerja
Merdeka, yang miskin tetap miskin
Merdeka....
Mulut kritis disumbat duit
Pejuang dikerangkeng
Dan Pejabat tak kunjung merakyat
Merdeka, angka kemakmuran direkayasa
Rasanya memang baru kemarin
Kudengar pekik merdeka dari mulut bocah SD
Dan hari ini rasanya ingin kutemui kamu
Untuk bertanya bagaimana rasanya medeka?
Bertanya pada kalian semua, sudahkah kita benar-benar Medeka?
Wangatoa, Jumad, 17 08 2018
(Yogi Making-Lelaki Kampung)