Kamis, 12 September 2019

MARAH ENAM SEMBILAN



Kata dendam merah garang
Tersulut diujung panah
Entah buat siapa atau kepada apa yang kau sasar, 
Tapi panah melesak, laju tanpa arah


Marah mesti dibidik pada sasar
Biar kata tak dibaca kesasar
Marah boleh kasar tapi jika tanpa arah
Pesan mengapung bak perahu patah kemudi


Marahmu merah 
Tapi terbang menggelembung bagai buih sabun terayun bayu 
Pecah, lalu jatuh tanpa bekas


Kawan... marahmu merah
Tapi dendang lagu kita mesti telanjang
Tak lagi merdu didengung
Sebab kaki masih kau pijak ditengah panggung sandiwara


Bila marah tanpa sasar
Maka kata melaju pada bohong
Lalu kemana panah dituju?
Bukankah musuh harus dipilah
Mana musuh yang layak untuk dimusuhi?


Marahmu enam sembilan
Seperti kaki menendang kepala


Yogi Making
06/09/2019


Jumat, 30 Agustus 2019

SAMBUTAN KETUA KPU KABUPATEN LEMBATA DALAM UPACARA APEL BENDERA HUT RI SABTU 17 AGUSTUS 2019



KOMISI PEMILIHAN UMUM
KABUPATEN LEMBATA


Selamat Pagi, dan Salam Sejahtera bagi kita semua,

Yang saya hormati,
  1. Rekan-Rekan Komisioner KPU Lembata
  2. Sekertaris KPU Kabupaten Lembata
  3.  Para Kasubag
  4.  Dan yang saya banggakan saudara/i Staf KPU Kabupaten Lembata

Selamat Pagi, Salam Damai Sejahtera buat semua kita...

Marilah senantiasa kita bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha kuasa, karena pada hari ini kita diberi kesempatan untuk memperingati 74 tahun Kemerdekaan Negara kita tercinta, Republik Indonesia, dalam keadaan sehat wal’afiat.

Rasa syukur ini tentu akan lebih bermakna apabila disaat yang berakhmat dan penuh sukacita ini tidak diperingati sebatas tanggal dan hari, juga tidak semata untuk  mengenang jasa para Pahlawan, tetapi lebih dari itu hendaknya moment HUT RI, kita manfaatkan untuk meningkatkan patriotisme dan jiwa nasionalisme, serta  rasa cinta pada Bangsa untuk pengabdian tanpa batas pada Lewotana tercinta.

Peserta upacara yang saya hormati,

Tidak terasa, 74 tahun kita merdeka. Dalam hitungan umur, 74 tahun rasanya baru seumur jagung. Tua dalam hitungan umur manusia, namun belia dalam hitungan bernegara. Kendati demikian, di mata dunia, dalam banyak sisi Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan. Tentu, lompatan kemajuan bangsa sebagaimana sama kita ikuti, tidak lepas dari peran seluruh anak bangsa.
Lompatan kemajuan yang telah dicapai bangsa ini, tidak lalu membuat kita berpuas diri, tetapi justru menjadi pemicu untuk terus merangsek maju berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Peserta upacara yang saya hormati,

Puji Tuhan, belum lama ini kita sukses menyelenggarakan Pemilu Serentak yang aman, damai dan demokratis. Tetapi kerja belum tuntas,  di depan masih banyak agenda kepemiluan yang akan kita hadapi. Berkaca pada rumitnya kerja kepemiluan yang sudah kita lalui itu, boleh jadi kerumitan penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 menjadi bahan evaluasi para pengambil kebijakan di tingkat nasional.

Dan bukan tidak mungkin, agenda Pilkada pun mengalami perubahan. Itu berarti, Pilkada Lembata yang mestinya berlangsung di tahun 2024 bisa di geser ke 2022. Dan jika perubahan terjadi, maka tidak lama lagi agenda super penting itu akan kita hadapi bersama.

Kita harus siap untuk menghadapi perubahan-perubahan yang mungkin saja terjadi, kalau berkaca pada pelaksanaan pemilu sebelumnya, maka kitapun mesti jujur mengakui bahwa masih banyak yang kurang. Terlalu banyak yang bolong, dan butuh perhatian serta tanggungjawab yang lebih serius untuk menanganinya.

Dan sudah pasti, Sumber Daya Manusia menjadi kuncinnya. Kesiapan kita dalam menghadapi kerja kepemiluan di masa depan, sudah harus kita lakukan dari sekarang. Salah satunya adalah dengan mendorong peningkatan pengetahuan sumberdaya manusia, melalui Bimtek-bimtek, pelatihan juga rakor yang rutin diselenggarakan, baik di tingkat KPU RI, maupun provinsi.

Kerja kepemiluan untuk melahirkan pemimpin baru kedepan tentu semakin rumit dengan tuntutan provesionalitas penyelenggara yang mumpuni. Karena itu, tepat di HUT RI yang ke 74 yang mengusung tema SDM Unggul Indonesia Maju, maka masing-masing kita mulai memperbaiki diri, baharui motivasi kerja, mendorong semangat juang dan jiwa rela berkorban.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan demokrasi, maka manusia KPU kedepan adalah manusia tidak cukup dengan mengatakan siap, tetapi manusia KPU yang mampu membalikan kelemahan menjadi kekuatan, manusia yang dibutuhkan KPU kedepan adalah manusia yang cakap mengubah kesulitan menjadi kemampuan, manusia yang selalu merasa tak cukup dengan melayani dari belakang meja, tetapi manusia yang siap bekerja dilapangan, manusia yang taat asas, yang setia pada sumpah, janji dan kode etik. Dan dalam melaksanakan kerja kepemiluan KPU butuh manusia dengan kerja yang terukur dan bertanggungjawab.

Manusia penyelenggara pemilu kedepan adalah manusia yang menolak kompromi dengan hal yang menghancurkan demokrasi, manusia yang jujur, yang provesional dan berdidikasi.


Akhirnya, dari tempat ini, saya ajak semua kita untuk menaikan puji serta syukur kita pada Tuhan, atas pernyertaannya pada perjalanan bangsa dari waktu ke waktu. Kita berdoa, semoga para pejuang yang mengabdikan diri demi meperjuangkan kemerdekaan, senantiasa mendapat tempat yang layak di sisiNYA.

Dirgahayu Bangsaku, Dirgahayu negeriku
SDM Unggul Indonesia Maju

Lewoleba, 17 Agustus 2019
KPU Kabupaten Lembata
Ketua


Elias Kaluli Making




SAMBUTAN KETUA KPU LEMBATA DALAM RAPAT PLENO PENETAPAN KURSI DAN CALON TERPILIH DPRD TINGKAT KPU LEMBATA





KOMISI PEMILIHAN UMUM
KABUPATEN LEMBATA


  1.  Teman-Teman Komsioner KPU Lembata yang saya kasihi,
  2.  Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Lembata yang saya banggakan,
  3. Yang saya hormati, Bupati dan Wakil Bupati Lembata,
  4. Pimpinan DPRD Kabupaten Lembata yang saya hormati,
  5. Yang saya hormati, Kapolres dan Koramil Lembata Barat,
  6. Jajaran pimpinan Dinas instansi pemerintahan Kabupaten Lembata yang sempat hadir yang saya hormati,
  7. Yang saya hormati, Para tokoh masyarakat, tokoh agama yang sempat hadir,
  8. Yang saya hormati, Saudara-Saudara Para Pimpinan Partai Politik,
  9.  Sekertaris KPU, Kasubag dan seluruh staf KPU Lembata yang saya hormati,
  10. Para Insan Pers dan pemerhati demokrasi kabupaten Lembata yang saya hormati.


Selamat soreh, dan salam demokrasi buat semua kita....

Sebagai insan Tuhan, diawal acara ini saya ajak semua kita untuk menundukan kepala, menaikan puji dan syukur kepada Tuhan dan rasa terimakasih kepada Leluhur Lembata, karena atas restu dan perkenaannyalah, kita dipertemukan dalam keadaan sehat walafiat, dan Rapat Pleno Penetapan Kursi dan Calon Terpilih DPRD tingkat KPU Kabupaten Lembata, sebagai bagin akhir dari tanggungjawab KPU, dapat kita langsungkan pada hari ini, tanpa hambatan apapun.

Di kesempatan yang berrahmat ini, mewakil kawan-kawan komsioner KPU Lembata, Sekertaris dan Seluruh Keluarga Besar KPU Kabupaten Lembata, menyampaikan Selamat Merayakan Idul Adha 2019 bagi saudaraku kaum muslim Lembata. Mari, Jadikan Momentum Idul Adha sebagai jalan memperbesar pengorban dan pengabdian diri bagi Bangsa dan terutama bagi Lewotana Lembata tercinta.

Hadirin sekalian yang saya banggakan...

Pemilu 2019 patutlah dicatat dalam bagian sejarah tersendiri, banyak kalangan menilai, Indonesia sebagai salah satu Negara demokrasi terbesar di dunia, mampu menunjukan kwalitasnya dengan melaksanakan pemilu serentak yang rumit, unik namun sukses. Sebagai  anak bangsa patut kita berbangga.

Kita berbangga bukan semata-mata karena menjadi bagian dari sukses Pemilu semata, namun lebih dari itu, karena kita mampu menjaga bangsa dan terutama Lewotana  ini dari kehancuran akibat perpecahan politik.

Panas pertarungan politik dalam pemilu 2019 di daerah lain bisa kita lihat. Tak cuma pada akar rumput, pada tataran elitpun ikut menyumbang lahirnya Politik indentitas, menghadirkan berita hoax, dan eksplotasi ujaran kebencian. Pembelahan terjadi dengan sangat tajam.

Panas pertarungan politik para elit, menjalar bebas ke akar rumput. Namun tidak untuk Lembata. Meski kompetisi politik berjalan demikian ketat, tetapi panasnya situasi politik nasional itu, tidak banyak membawa pengaruh negatif kedalam kehidupan bermasyarakat di Lewotana ini. Patut pula dicatat, Lembata yang sebelumnya disebut sebagai salah satu daerah terawan dalam Pemilu 2019 di Indonesia, mampu dibalikan. Faktanya, kesan rawan yang sebelumnya tersemat tidak terbukti. Justru masyarakat bersuka cita menyambut dengan gegap gempita hadirnya pesta demokrasi lima tahunan dalam nada persaudaraan. Pemilu serentak 2019 di Lembata berlangsung aman, lancar dan demokratis.

Hadirin yang saya banggakan...

Kendati demikian, Pemilu 2019 tidak sekedar meninggalkan cerita sukses. Sejarah mencatat, dibalik semua apresiasi kesukseskan penyelenggaraan Pemilu, lahir juga kisah pilu. Ratusan nyawa Penyelenggara Pemilu dan prajurit TNI/Polri melayang setelah menjalan tugas di TPS.

Disaat yang hampir bersamaan, dibalik pengorbanan tanpa batas para petugas pemilu dan aparat TNI/Polri, rasa tidak percaya dan tudingan keras terhadap institusi Penyelenggara Pemilu gaung membahana di seantero egeri. Tamparan demi tamparan menghujam tanpa bisa di  elakan.

Ketidakpercayaan kelompok tertentu kepada institusi penyelenggara pemilu, berujung di Pengadilan Mahkama Konstitusi. tak Cuma gugatan berskala nasional, pada tataran lokal, terhadap Keputusan KPU Lembata nomor 21/HK.03.1/Kpt/KPU-KAB.53.5313/V/2019 tentang Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lembata, khusus untuk Daerah Pemilihan Lembata 3, digugat ke MK oleh Partai Amanat Nasional.

Rasa tidak percaya yang kemudian melahirkan hujatan serta gugatan ke MK, bagi kami selaku penyelanggara pemilu adalah hal positif. Hujan hujatan akibat ketidakepercayaan yang mengguyur tubuh penyelenggara, adalah bentuk kontrol warga bangsa sekaligus awasan bagi kami setiap insan penyelenggara Pemilu untuk berdiri kokoh, teguh memegang sumpah, janji dan kode etik penyelenggara.

Pemilu sudah berlangsung, pilihan pun sudah kita jatuhkan. Namun niatan untuk mengakhiri seluruh agenda penyelenggaraan Pemilu melalui tahapan penetapan sebagaima perintah Peraturan Komisi Pemilihan Umum RI Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum harus di geser hingga ke hari ini.

Dan Puji berilmpah serta berjuta terimakasih, patutlah kita daraskan kehadirad Tuhan dan Leluhur Lewotana, sebab  melalui putusan MK Nomor 120-12-19/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019 perihal Amar Putusan, yang dibacakan dalam sidang Pengucapan Putusan Selasa, 6 Agustus 2019. Hakim Mahkama Konstitusi menyatakan menolak seluruh permohonan pemohon.

Dengan ditolaknya gugatan Pemohon, maka berakhir pula sengketa PHPU. Bagi kami dikalangan penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Bawaslu Kabupaten Lembata,  mempertanggungjawabkan kerja penyelenggaraan Pemilu dihadapan warga bangsa dan dihadapan sidang MK, adalah hal positif.
Dengan gugatan itu, pihak Pemohon telah benar membuktikan kalau penyelenggara Pemilu, bekerja sebagaimana sumpah dan janji untuk menjalankan tugas secara transparan, provesional dan adil serta berkepastian hukum, demi mewujudkan Pemilu yang berkwalitas dan berintegritas.

Melalui gugatan, partai politik dan penyelenggara pemilu memberikan pelajaran hukum yang baik kepada warga bangsa. Bahwa Kritik, rasa curiga bila terus dipelihara dapat merusak hubungan antar personal bahkan mungkin akan memunculkan fitnah dan pembunuhan karakter pelaku penyelenggara pemilu.

Rasa curiga terhadap instutusi dan kerja oknum penyelenggara pemilu mungkin saja memantik dendam, dan menyalakan api kebencian. Melalui gugatan dan pembuktian hukum dihadapan pengadilan adalah cara yang paling elegan untuk mengakhiri rasa curiga dan tudingan negatif terhadap institusi penyelenggara pemilu. Apapun hasil yang kemudian diputuskan pengadilan, semua pihak wajib hukumnya berbesar hati untuk menerima. Disinilah letak kenegawaran seseorang.
Karena itu, melalui kesempatan yang berharga ini, untuk kesekian kalinya, kami atas nama seluruh penyelenggara pemilu menyampaikan terimakasih secara khusus kepada Partai Amanat Nasional, yang telah mengambil langkah hukum dengan mengajukan gugatan sengketa PHPU ke pangadilan MK.

Dengan pembuktian dan putusan MK yang menolak seluruh gugatan pemohon, kami berharap seluruh pikiran negatif terhadap institusi KPU dan Bawaslu selaku institusi penyelenggara pemilu yang mungkin saja pernah singgah dalam benak, hendaknya dilupakan. Mari kita bersinergi demi membangun demokrasi di tanah Lembata yang sama kita cintai ini. 
Hadirin sekalian yang saya banggakan....

Untuk itulah hari ini, sesuai perintah Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum. KPU Kabupaten Lembata menggelar Rapat Pleno Penetapan Kursi dan Calon Terpilih.

Siapapun yang kemudian ditetapkan dalam pleno ini, adalah sesungguhnya lahir dari rahim rakyat Lembata, mereka putra-putra terbaik yang dipercayakan untuk memanggku jabatan wakil rakyat selama masa lima tahun ke depan.

Bagi saudaraku yang dalam pemilu kemarin belum meraih kepercayaan, hendaknya menjadikan momentum Pemilu sebagai bagian dari proses pembelajaran. Ini bukan kekalahan, tetapi ini  soal kesempatan menang belum datang. Begitu juga bagi yang meraih suara terbanyak, jangan pula berbangga dan menepuk dada,  karena kerja dan tanggungawab membangun Lewotana sesungguhnya baru dimulai. Rawatlah selalu kepercayaan masyarakat yang diberikan kepadamu, berjuanglah dengan tulus demi perubahan dan perbaikan demokrasi untuk masa lima tahun mendatang.

Dan kepadamu para calon terpilih, saya dan kawan-kawan komsioner KPU Kabupaten Lembata, sekertaris dan semua keluarga besar KPU Kabupaten Lembata menyampaikan proviciat atas kepercayaan besar yang ditampuk rakyat keatas pundakmu. Ingatlah... Kerja dan tanggungungjawab besar terhadap kemajuan Lembata sedang menanti anda, semoga Tuhan dan Leluhur Lewotan Menyertai Perjalan Karirmu.

Hadirin yang saya muliakan...

Sebagaimana yang telah saya sampaikan pada bagian terdahulu, bahwa Sukses Pemilu tak semata karena kerja Penyelenggara Pemilu, namun berkat kerja sama semua kita.
Untuk itu, perkenankan saya mewakili seluruh jajaran KPU selaku penyelenggara teknis Pemilu se Kabupaten Lembata, menyampaikan terimakasih sebesar-bersanya kepada :

  1. Kawan-kawan Komsioner Bawaslu dan seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Lembata.
  2. Kapolres Lembata, Koramil dan seluruh jajaran TNI/Polri di Kabupaten Lembata
  3. Kepada Pemerintah Kabupaten Lembata
  4. Kepada Kepala Kejaksaan dan Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Lembata
  5.  Para tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan seluruh pemerhati demokrasi di Kabupaten Lembata
  6. Terimakasih juga kami daraskan kepada Pimpinan Partai Politik, para calon perseorangan, tim pemenangan dan tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden.
  7.  Sekertaris KPU, Para Kasubag, dan Semua Staf KPU Kabupaten Lembata
  8. Rekan-rekan panitia Adhoc, PPK, PPS dan KKPP se Kabupaten Lembata
  9. Rekan-rekan Jurnalis Lembata
  10. Serta terimakasih mendalam juga untuk seluruh lapisan masyarakat Lembata

Bahwa dengan kerja keras, kerja tepat juga kerja cerdas, dengan cara kita masing-masing, akhirnya perjalanan pemilu serentak 2019 yang memakan waktu, biaya dan energi,  berlangsung aman, dan sukses.

Dan dari tempat ini pula, bersama kawan-kawan komisioner KPU Lembata, Sekertaris dan seluruh keluarga besar KPU Lembata, menyampaikan permohonan maaf, bila kemarin dalam urusan kepemiluan, baik dalam bentuk pelayanan, tutur kata, maupun sikap yang kami lakukan kurang berkenan dihati saudaraku sekalian.

Hadiran yang saya muliakan...

Dan akhirnya, dengan memohon kehadiran Tuhan dan Restu Leluhur Lewotana Lembata, saya nyatakan, Rapat Pleno Terbuka Penetapan Kursi dan Calon Terpilih Tingkat KPU Lembata pada hari ini, Minggu 11 Agustus 2019 saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.

Lewoleba, 11 Agustus 2019
KPU Kabupaten Lembata
Ketua KPU Lembata

Elias Kaluli Making



Selasa, 06 Agustus 2019

Akhir Sengketa PHPU

(Sebuah Catatan Kecil tentang sengketa PHPU Dapil Lembata 3)

Pemilu 2019 tidak berakhir begitu saja, tetapi semua kita harus menahan napas, mengeser sedikit rasa penantian untuk KPU menetapkan calon terpilih. Pesta demokrasi 5 tahunan yang dilaksanakan secara serentak itu, menyisahkan banyak cerita. Tak semata cerita senang, tetapi banyak juga cerita duka.

Mulai dari kisah kematian kawan-kawan penyelenggara, demonstrasi, dugaan kecurangan hingga gugat menggugat di Mahkama Konstitusi. Sebagai penyelenggara, riak-riak demokrasi sebagaimana yang kita lewati adalah hal yang biasa. Bahkan demi tegaknya demokrasi, nyawapun kami siap pertaruhkan untuk bangsa. 

Untuk Lembata, secara umum Pemilu 2019 berlangsung sukses. Tentu berkat sentuhan tangan semua elemen masyarakat. Sebagaimana yang pernah saya sampaikan sebelumnya melalui akun FB, Sukses Pemilu 2019 di Lembata adalah kerja keras, kerja cerdas dan Kerja Tepat semua kita, baik itu kita sebagai Penyelenggara, Pemerintah, Aparat Keamanan, dan tentu juga semua Masyarakat Lembata. Ehh.... hampir lupa, dan juga berkat upaya keras dari para politisi dan pengurus Paropl. Sukses Pemilu bukan Semata Sukses Penyelenggara, tetapi sukses Pemilu 2019 adalah Bangsa. 

Tetapi pemilu tidak berakhir setelah pleno di tingkat KPU. Untuk Lembata (juga banyak daerah lainnya) ternyata hasil pemilu yang sudah ditetapkan dalam Pleno Rekapitulasi dan Penghitungan Suara itu, direspon dengan gugatan dari Parpol. Gugatan di MK itulah membuat KPU belum menetapkan kursi terpilih.

Sebagai informasi,  proses penetapan kursi terpilih untuk DPRD Kabupaten hasil Pemilu 2019, tingkat KPU Lembata harus ditunda. Pasalnya, hasil Pemilu khusus untuk Dapil Lembata 3 (Omesuri dan Buyasuri) digugat oleh Partai Amanat Nasional.

Sejak gugatan itu dilayangkan, KPU juga Bawaslu berupaya maksimal untuk membuktikan kalau gugatan atau tuduhan yang dilayangkan tidak terbukti. Dalam sidang MK, KPU dan Bawaslu berupaya menghadirkan fakta riil. Tidak maik-main, seluruh dokumen hasil pemilu dari tingkat TPS hingga rekapitulasi tingkat KPU Lembata dijadilan alat bukti untuk memperkuat dalil bantahan terhadap gugatan Pemohon. 

Dan Puji Tuhan, setelah melewati proses panjang dan melelahkan, hari ini, Selasa 06/8/2019 dalam sidang Pengucapan Putusan, Hakim Mahkama Konstitusi-RI menyatakan menolak seluruh permohonan pemohon karena tidak memiliki alasan yang kuat menurut hukum.

Artinya, Hakim MK mengabulkan seluruh bukti dan dalil bantahan KPU selaku Termohon. Tetapi bukan soal menang atau kalah. Bagi kami, perkara/sengketa PHPU telah memberikan pembelajaran hukum yang peenting kepada bangsa. Bahwa kecurigaan, adalah hal wajar dalam sebuah kompetisi. Tetapi kecurigaan, hendaknya dimanage secara bijak agar tidak melahirkan konflik yang kemudian berdampak buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dugaan kecurangan tak berakhir hanya dengan sebuah argumentasi belaka, karena dapat menimbulkan fitnah dan kerugian demoktasi, tapi butuh pembuktian. Dan dalam urusan dengan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) tempat pembuktian kebenaran itu melalui Sidang MK. Melalui sidang MK, argumentasi hukum kita adu, di sidang MK kita adu bukti dan  data.

Iya, bahwa putusan MK, tidak semata memberi rasa bangga, tetapi hampir pasti kalau keputusan itu  menyisahkan rasa ketidakpuasan terutama pada kalangan tertentu, dan mungkin kepada Parpol tertentu. Tetapi apapun itu, kami percaya, bahwa Hakim MK telah melihat dengan telitih seluruh fakta persidangan, seluruh bukti dan keterangan saksi juga keterangan pihak terkait sebelum benar-benar menjatuhkan putusan. Semoga putusan MK dalam Sidang Sengketa PHPU nomor 120 memenuhi rasa keadilan semua pihak.

Semua sudah berakhir, untuk itu bersama Kawan-Kawan Komisioner KPU dan seluruh Cru KPU Kabupaten Lembata, dan jajaran penyelenggara adhock, kami menyampaikan rasa terimakasih mendalam kepada semua pihak atas dukungannya. Akhiri Seluruh Perbedaan, sambung kembali tali persuadaraan yang mungkin pernah putus, mari saling mendukung demi tegaknya demokrasi bangsa dan perubahan bagi Lewotana Lembata Tercinta. Mohon doanya agar KPU Lembata segera melaksanakan agenda Penetapan Kursi dan Penetepan Calon DPRD Terpilih Hasil Pemilu 2019.

Bravo Lewotana Salam Demokrasi....

Penulis : Elias Kaluli Making
(Ketua KPU Lembata) 


Selasa, 23 Juli 2019

Pemarah Yang Aneh



Marah..banyak orang menjadi pemarah
dan gila atas kemarahan
Sehingga sering marah-marah
Lalu cemas bila tak marah

Itu aneh bukan?
Bukan marah akan keanehan
Tetapi menjadi pemarah, kerena kemarahan
Aneh, pemarah marah akan kemarahan

Ah..lihat diujung sana banyak pula yang cemas
Mereka cemas bila tak marah
Lalu marah-marah atas kecemasan
Cemas kalau tak marah, dan menjadi pemarah kalau cemas

Ini gila.. Dunia kini dihuni oleh kaum pemarah
yang tergila-gila atas kemarahnya
dan menjadi gila karena kemarahannya
Pemarah yang gila adalah mereka yang menggilai kemarahannya
Lalu marah-marah
Tanpa tau kemana marah bermuara

Di facebook marah
Twitter marah
Instagram juga marah-marah
Telegram penuh kata marah

Ah..Marah mengantri pada semua tempat
Sehingga dunia terasa sesak dengan jejeran kata marah

Ruang Kerja, 23 Juni 2019
By, Yogi Making




Sabtu, 13 Juli 2019

Tentang Kota Yang Egois




Aroma busuk lumpur menyelinap diantara jejeran bangunan kota
Bersaing dengan riuh mesin dan kepul asap kendaraan
Berebut masuk pada rongga hidung pejalan kaki
Meresap lalu kering pada paru anak jalanan

Lalu siapa peduli...?
Ah..., kota sangat egois
Masa bodo pada lirih pengemis tua
Yang merangkak lemas diantara tong sampah

Tuan..aku lapar,
Aku belum makan..
Siapa peduli..?
karena rintih pengemis
hanya lenyap diantara molek bibir pelacur jalanan

Kota yang egois
Tak peduli pada resah kaum miskin
Menolak iba pada tangis bayi pengemis
Tapi luluh pada pinggul tante girang
Lalu tenggelam diantara jepitan paha pelacur

Siapa peduli..?
Sementara kulihat kau dilayar televisi
Hanya bicara
Berdebat ribut dan saling ancam
Hanya demi kuasa

Siapa peduli..?
Karena disini, dikota ini
Dasi pejabat lebih mahal dari nyawa kaum papa

By : Yogi Making
Kamar Hotel Bunga-Bunga, Jln. Antara No : 2
Pasar Baru, Jakpus, 11/7/2019



Minggu, 16 Juni 2019

Ingin Kutulis Kata Rasa





Kuingin tulis
Tentang rasa yang terpendam
Tentang kata yang hilang
Tentang bising yang sepih
Tentang senjah
Tentang malam
Juga tentang pagi

Ingin kutulis
Tentang syair yang hampa tanpa huruf
Tentang sajak tanpa rima
Tentang lagu tanpa lirik

Tapi bukan pada dinding face book
Apalagi pada tembok rumah
Bukan pada dinding pagar
Tak juga pada batu berlumut
Tapi pada hati
Agar kata rasa dibaca dengan rasa

Karena bila ia adalah lagu
Maka syairnya adalah rindu
Bila ia adalah sajak
Maka rimanya sepih
Dan bila ia adalah kata maka
Maka kalimatnya adalah rintih

Kutulis hanya pada hati
Agar kau membaca dengan rasa

Yogi Making
Yogi Making
Minggu, 16 Juni 2019






Jumat, 07 Juni 2019

Puisi, Kekuatan Rindu




Sebisa harap menyanggah, agar rinduh tak runtuh
Tetap saja ia terjatuh, menetes tepat di ubun-ubun kepalaku
Membawa hayal pada harum senyum dari bibir mungilmu

Sekuat cinta membekap mulut jengkrik malam
Tetap saja nyanyian rindu merdu melantun
Memantul di gendang telingaku,
Menghambur rindu dalam mimpi malamku

Sebisa diam menutup pikir agar tak lagi menghantar bayangmu
Tetap saja, lamun pergi menjemput
Membawanya pulang dalam bilik-bilik otakku

Rindu menolak pergi

Dan sepi menjadi teman


Yogi Making
Wangatoa, Jumad 07/06/2019



Senin, 20 Mei 2019

Hormati Konstitusi, Jangan Intervensi KPU

5 Orang Komsioner KPU Kabupaten Lembata



People power, atau belakangan disebut dengan “Gerakan Kedaulatan Rakyat”. Menurut saya, hanyalah sebuah istilah yang diperhalus. Tujuannya tetap sama, yaitu menolak hasil Pemilu.
Benar bahwa, kebebasan berpendapat adalah hak yang dijamin Undang-Undang, namun bebas berpendapat bukan berarti bebas mengintervensi negara, atau  dalam hal ini, mengintervensi KPU untuk merubah hasil Pemilu.

KPU Lembaga Independent yang bekerja dibawah perintah Undang-Undang. Bukan bekerja berdasarkan maunya siapa, atau manut pada kelompok tertentu. Ancaman terror, pengerahan massa atau apapun bentuknya, KPU tak gentar. Terror kematian, demonstrasi tidak merubah hasil pemilu.  

Menuntut perubahan hasil Pemilu dengan ancaman teror, adalah tindakan inkonstitusional dan bukan pilihan terbaik. Terhadap indikasi kecurangan yang disangkakan kepada penyelenggara Pemilu, harusnya menggunkan cara bermartabat. Hormati konstitusi, jangan intervensi KPU. Ajukan saja ke Mahkama Konstitusi, atau jika arahnya adalah pelanggarakan kode etik, maka ruang akhirnya melalui Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Mirisnya ide People Power, yang kemudian diperhalus dengan Gerakan Kedaulatan Rakyat itu, lahir melalui mulut tokoh bangsa. Seorang Negarawan, yang darinya diharap memberi kenyamanan berbangsa.

Tetapi saya tidak ingin membahas kenegarawanan  seseorang, karena saya lebih cemas pada terror kematian dan demonstrasi menolak hasil pemilu, tindakan yang tidak saja berujung pada kekacauan demokrasi, tetapi bisa menciptakan kondisi tidak kondusif, mengganggu keamanan dan kenyamanan warga bangsa.

Terhadap sangkaan kecurangan secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM), sebagai Penyelenggara Pemilu di daerah, atau lebih tepat sebagai komisioner KPU Kabupaten Lembata, saya membantah tegas. Seluruh penyelenggaraan pemilu didaerah berlangsung sesuai koridor hukum. Rakyat telah menentukan sikap secara demokratis, tugas kami hanya menjaga dan mengkawal suara rakyat hasil pemilu 2019 untuk disampaikan kepada yang berhak.

Tentang Gerakan Kedaulatan Rakyat

Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpinnya, jika People Power pun disebut sebagai kedaulutan rakyat, maka pertanyaannya adalah rakyat yang mana lagi? dan bentuk kedaulatan rakyat yang bagaimakah itu? Jangan main-main, rakyat sudah berdaulat dan menentukan pilihan politiknya melalui Pemilu 17 April 2019, dengan cara aman dan damai, dan sebagai Penyelenggara Pemilu, saya berani menjamin kalau Pemilu serentak 2019, berlangsung demokratis.

Dengan demikian, tindakan memaksa untuk merubah hasil Pemilu, adalah upaya mengangkangi kedaulatan rakyat. Akan lebih terhormat dan menunjukan sikap kenegarawan, jika lapang dada untuk menerima kekalahan.

Kembali tentang demonstrasi sebagai ekspresi kebebasan menyatakan pendapat di muka umum, memang sepenuhnya dijamin konstitusi. Akan tetapi, baiknya di pikirkan kembali, sebab Polri mengendus adanya penumpang gelap, kelompok tak bertanggungjawab yang sejatinya ingin memboncengi aksi massa 22 Mei 2019 untuk melancarkan aksi terror.

Demi keamanan Bangsa dan demi kenyamanan bersama, dari Kabupaten Lembata, kami menghimbau agar warga atau kelompok warga yang sebelumnya sudah berniat untuk terlibat dalam gerakan 22 Mei 2019, agar tahan diri dan tidak ikut-ikutan dalam aksi demonstrasi. Beri dukungan pada elitmu untuk mengambil langkah yang konstitusional. Jangan paksakan kehendak, apalagi sampai mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Kita Indonesia, Kita Menghargai Perbedaan.

Lewoleba, 20 Mei 2019

Elias Kaluli Making
Ketua KPU Lembata

Jumat, 17 Mei 2019

Berbeda, Mari Adu Data Bukan Adu Mulut




Elias Kaluli Making
Pemilu telah usai, sorak gembira dan apresiasai kesuksesan Bangsa atas penyelenggaraan pemilu yang aman, damai dan demokratis menggema ditengah ancaman dan ketakutan. Sebaran ancaman dan gelombang protes yang bermula dari rasa curiga pihak tertentu kepada penyelenggara pemilu pun tak terbendung.
Ilham Saputra, salah satu Komisioner KPU RI melalui akun twitter KPU RI menyebut, KPU membuka diri terhadap hal-hal yang diindikasikan kepada Penyelenngara Pemilu, laporkan saja ke pihak terkait.

Tak beda dengan Ilham, Komisioner KPU RI Lainnya Evi Ginting, sebagaimana yang rilis Beritasatu.com mengatakan, salah satu mekanisme resmi dalam mencocokan data hasil penghitungan perolehan suara adalah rekapitulasi yang dilakukan secara berjenjang dan terbuka.  

"Sampai saat ini rekapitulasi, kita hanya bicara rekapitulasi, kalau ada kecurangan kita langsung buka saja dalam forum, di mana, dan datanya apa, sehingga kita bisa lakukan koreksi langsung di forum rekapitulasi," ujar Evi di Jakarta, Kamis (16/5/2019).   

KPU membuka diri, lalu tunggu apalagi? Jika dugaan kecurangan disampaikan dalam forum pleno rekapiluasi, ternyata belum terselesaikan, toh…, Negara sudah menyiapkan lembaga yang khusus tangani sengketa Pemilu.  

Sebagai penyelenggara pemilu tingkat kabupaten, saya sepakat dengan yang ungkap dua komisioner KPU RI itu. Bagi pihak yang tak puas, mari ADU DATA. Bukan ADU MULUT. Aksi protes melalui gelombang unjuk rasa hingga ancaman people power tidak menyelesaikan masalah. Cara ini hanya akan membuat kerunyaman demokrasi.

Berbeda pilihan, rasa curiga, dugaan pelanggaran adalah halal dalam demokrasi, namun bukan karena berbeda, rasa curiga dan tuduhan kecurangan, kita menghancurkan tata nilai demokrasi, membongkar persaudaraan dan memutus pisah tali persatuan dan kesatuan.

Untuk itulah dari Kabupaten Lembata-NTT, kami menghimbau agar semua pihak tahan diri. Jangan mudah terpancing oleh provokasi atau informasi yang menyesatkan, tetaplah arif dalam berpikir dan bertindak. Jaga dan cintai Indonesia seperti kita menjaga dan mencintai diri kita.

Elias Kaluli Making
Ketua KPU Kabupaten Lembata-NTT
  

Rabu, 15 Mei 2019

SUKSES PEMILU, SUKSES BANGSA, TERIMAKASIH BUAT SEMUA



Pemilu Serentak 2019, jalan panjang, melelahkan. Energy dan pikiran terkuras, sudah tentu biaya mengikuti. 18 bulan, kurang lebih tahapan Pemilu berjalan. Waktu yang panjang, namun menuntut perhatian ekstra.
Tahapan dan jadwal serta kontrol yang super ketat, menuntut kami untuk kerja tepat juga cepat. Kontrol ketat datang dari berbagai kalangan itu tak jarang membuat kita (Penyelenggara dan Peserta Pemilu) harus bersebelahan. Beda pendapat, dan saling debat. Tekanan, dan prasangka negative terhadap kami kelompok penyelenggara Pemilu terlontar begitu saja, bahkan terkesan liar menggema.
Namun kami tidak mundur, dibawah Tagline “KPU Melayani”, kami setia berada dijalan ini. Demi Bangsa, dan bagi rakyat. Kontrol, bahkan prasangka negative, adalah energy positif untuk membuat kami tegak berdiri. Setia memegang sumpah dan janji bhakti pada Negeri.  

Iya, tak sekedar waktu, pikiran dan energy yang terkuras. Buat Bangsa, nyawa kami relakan, mau apa lagi? ini tanggungjawab yang harus diemban. Pengorbanan tanpa batas kami tunjukan buat bangsa, ratusan nyawa saudara kami melayang, tidak sia-sia. Tapi demi tegaknya demokrasi dan demi suara rakyat yang kami kawal. Kami tak tunduk pada siapa, sebab tuan kami adalah rakyat, dan aturan adalah junjungan utamanya.

Dalam urusan dengan Pemilu, kita bagi peran. Ada Penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu dan jajaran), ada Perserta Pemilu, dan Pemilih. Tak cuma itu, dilain pihak ada pemerintah, ada aparat keamanan TNI/Polri, dan lain-lain yang tak kalah penting.

Jadi urusan sukses tidaknya Pemilu, tak semata menjadi urusan Penyelenggara Pemilu, namun menjadi tanggungjawab semua pihak. Fakta membuktikan kalau, Pemilu Serentak 2019, menjadi Pemilu paling rumit didunia, bahkan saya boleh sebutkan kalau belum ada Negara di dunia ini yang senekad Indonesia dalam menyelenggarakan pemilu serentak, dengan proses yang rumit dan melelahkan. Tapi SUKSES, ini penting untuk dicatat dalam sejarah bangsa. Dan SUKSES Pemilu, sekali lagi bukan suksesnya penyelenggara. Ini sukses besar yang diraih bangsa ini.

Karena itu, sebagai Penyelenggara Pemilu, kami lima komisioner KPU Lembata, menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya buat seluruh elemen bangsa yang berperan aktif dalam mensukseskan agenda besar Nasional kita, terutama untuk kawan-kawan penyelenggara adhock, (PPK, PPS dan KPPS), buat Aparat Keamanan TNI/Polri, untuk Pemerintah dan tentu buat seluruh warga pemilih.

Seluruh tahapan Pemilu ini bisa berlangsung secara baik, aman, damai dan demokratis, berkat kebesaran hati semua kita, terutama untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, serta sikap dewasa untuk menerima perbedaan.

Siapapun yang lahir dalam Pemilu ini, adalah pemimpin bersama. Dan selanjutnya mari kita kawal, beri dukungan, doakan agar mereka para pemimpin bangsa dalam lima tahun kedepan itu, menjadi pemimpin yang direstui Tuhan, dan pemimpin yang amanah, siap bekerja untuk menyelesaikan masalah bangsa.

Sebagai informasi, tahapan rekapitulasi untuk NTT sudah dipertanggungjawabkan dalam Pleno Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara dalam Pemilu 2019 Tingkat Nasional di Jakarta, Selasa 14/5/2019, dan diterima.

Elias Kaluli Making

Katua KPU Lembata

Senin, 13 Mei 2019

Tentang Isi Kepalamu



Aksara tak bernyawa, ibarat panah tanpa busur
Kata-kata mati, dan kalimat sepih makna
Mati sebelum kau
Dan mulut hanyalah pusara kata

Jika kata beroma
Maka mulut pusara bangkai
Bau, bahkan lalatpun mati pada bibir

Katamu kata mati
Tak layak lahir dari otak
Ia mungkin dikandung lutut
Lahir dari pantat
Bukan kepala
Sebab ia keluar bagai kentut
Bunyi tapi tak terlihat

Lalu dimana isi kepala kau simpan?

Wangatoa, 13/5/2019
Yogi Making
Gambar terkait

SAMBUTAN KETUA KPU LEMBATA DALAM PENUTUPAN RAPAT PLENO REKAPUTULASI PENGHITUNGAN PEROLEHAN SUARA DALAM PEMILU 2019 TINGKAT KABUPATEN



  1. Kawan-kawan Komsioner KPU Lembata yang saya Banggakan
  2. Yang saya hormati Ketua dan Anggota Bawaslu Kab.Lembata 
  3. Yang saya hormati, Kapolres Lembata, dan Danramil Lembata Barat
  4. Sekertaris, Kasubag dan para Staf KPU Lembata yang saya kasihi
  5. Kawan-kawan PPK yang kami banggakan
  6. Para saksi parpol dan rekan-rekan jurnalis yang kami hormati…
Salam Demokrasi!!!!

Puji Tuhan dan terimakasih kepada Leluhur Lewotana, karena atas restu dan penyelenggaraanyalah, seluruh giat rekapitulasi yang diawali dari TPS dan berujung pada rekapitulasi tingkat Kabupaten dapat berlangsung aman dan damai.

Hadirin yang kami banggakan..

Kurang lebih 18 bulan, kita merajut kebersamaan dalam giat pemilu serentak. Waktu yang tidak pendek, juga melewati proses yang tidak mudah. dalam setiap tahapan, kita dituntut untuk kerja tepat, kerja cepat dengan tetap mempedomani aturan. Dalam kebersamaan itu, tentu ada saja hal yang mengganggu, namun berkat kebesaran hati untuk menerima perbedaan, kita mampu melawati semua tahapan dengan baik.

Dengan demikian, untuk kesekian kalinya, saya bersama teman2 Komisioner KPU Kabupaten Lembata menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada, teman-teman penyelenggara adhock, KPPS, PPS dan PPK. juga kepada aparat keamaan TNI/Polri, pemerintah Kabupaten Lembata, dan seluruh masyarakat Lembata.

Tanpa kerja sama, dan kerja keras semua kita, maka tahapan panjang pemilu serentak yang memakan waktu kurang lebih 18 bulan ini, tidak mungkin berlangsung secara baik, aman, dan damai.

Hadirin yang kami muliakan…

Hari ini merupakan moment akhir dari giat rekapitulasi tingkat kabupaten. dimana, kita ketahui bersama, bahwa dari seluruh rekapan data perolehan suara, baik suara Partai, Caleg, dan  Calon Perseorangan maupun calon PPWP mana yang memperoleh suara terbanyak di kabupaten ini, begitu juga untuk calon DPRD. Untuk semua dapil di Lembata, data hasil rekapan dari TPS hingga KPU sudah menjadi pegangan bersama, siapa sebenarnya yang nanti selama 5 tahun kedepan mewakili dan menyuarakan suara rakyat dirumah rakyat gedung DPRD Lembata.

Kendati kita sedang berada di ujung tahapan rekapitulasi, namun tidak berarti bahwa berakhir juga seluruh giat pemilu serentak tahun 2019. PKPU 10 tentang Perubahan ke empat atas PKPU 7 tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 mensyaratkan tahapan akhir dari seluruh giat pemilu tingkat kabupaten baru berakhir pada tahap pengangkatan sumpah dan janji DPRD Kabupaten/Kota di bulan Agustus 2019 mendatang.

Karena itu, bersama kawan-kawan komisioner KPU dan seluruh jajaran penyelenggara pemilu, kami berharap, senantiasa kita terus menjalin kerjasama, dan memperat tali persaudaraan. Mari akhiri segala perbedaan yang mungkin saja pernah ada dimasa Pemilu.  karena apapun dan siapapun pilihan, kita adalah lembata dan lembata adalah kita.

Dan akhirnya, dengan memanjatkan syukur dan terimakasih kepada Tuhan dan Lewotana, saya, bersama kawan-kawan komisioner KPU Kabupaten Lembata menyatakan Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara dalam Pemilu Tahun 2019 Tingkat Kabupaten di tutup dengan Resmi, Semoga Tuhan dan Lewotana senantiasa menyertai kita sekalian… Amin.   
Lewoleba, 7 Mei 2019
KPU Lembata
Ketua

Elias Kaluli Making

SAMBUTAN KETUA KPU LEMBATA DALAM PLENO REKAPITULASI SUARA TKT KPU LEMBATA




  1.  Teman-teman Komisioner KPU Lembata yang saya kasihi,
  2.  Ketua dan Anggota Bawaslu yang saya hormati
  3. Kapolres Lembata yang saya hormati
  4.  Sekertaris KPU Lembata, Para Kasubag, dan Semua Staf yang saya kasihi
  5. Pimpinan Partai yang sempat hadir yang saya hormati
  6. Para saksi partai politik yang kami hormati
  7. Para ketua dan anggota PPK yang saya banggakan
  8. Juga rekan-rekan pers yang saya kasihi. 


Mengawali sambutan ini, bersama teman-teman Komisioner KPU Kabupaten Lembata, kami mengajak semua kita, untuk sejenak menundukan kepala, mengenang dan mendoakan 304 orang pejuang pemilu yang karena cinta dan pengadiannya kepada Bangsa, meregang nyawa usai menjalankan tugasnya baik sebagai penyelenggara juga dalam kapasitasnya sebagai aparat keamanan. Kita doakan, semoga Tuhan membalas semua jasa baik serta pengabdian mereka pada Bangsa .

Di kesempatan yang sama pula, baiklah semua kita menyampaikan syukur dan rasa terimakasih kita kepada Tuhan dan Arwah Leluhur Lewotana Lembata, yang oleh karena restu merekalah, semua kita dapat melangsungkan seluruh tahapan Pemilu hingga detik ini dalam kondisi aman, lancar dan damai.

Hadirin Sidang Pleno yang kami banggakan….
Proses pemilu 2019 yang memakan waktu kurang lebih satu tahun terasa panjang dan melelahkan. Namun patut kita syukuri karena proses panjang nan melelahkan itu, semua kita, baik jajaran penyelenggara, juga sebagai konstestan pemilu, pemerintah dan seluruh warga, mampu melewati itu dengan baik. Tentu berkat keteguhan hati semua kita untuk tetap berada dan berlandaskan asas persatuan dan kesatuan, menjaga persaudaraan dalam semangat taan tou lembata. Apapun itu perbedaan kita adalah saudara.

Pemilu 2019, oleh banyak kalangan dinilai sebagai pemilu terunik, dimana Indonesia sebagai satu-satunya Negara berkembang, dinilai mampu melaksanakan pemilu serentak. Apresasi, dan pujian buat bangsa ini datang dari berbagai kalangan. Dan tentu, sukses besar yang diraih bangsa ini adalah prestasi bersama seluruh anak negri. Sukses pemilu bukan sukses penyelenggara, tetapi sukses pemilu adalah sukses bangsa.

Kendati demikian, tidak berarti bahwa pemilu serentak tanpa kekurangan. Saat yang bersamaan pula, lontaran kekecewaan, umpatan dan rasa pesimistis didaraskan, terutama buat kami sebagai penyelenggara. Yah… tak ada gading yang tak retak, begitu pepatah lama berkata. Kami sadari, bahwa lontaran kekecewaan warga bangsa itu, adalah bagian dari kontrol, agar senantiasa penyelenggara berdiri kokoh sebagai pribadi dan lembaga yang netral, mengedepankan prinsip transparan, akuntabel, jujur serta selalu bersikap adil dan memberikan kepastian hukum.
Dalam kepentingan pertanggungjawaban terhadap seluruh proses penyelenggaraan Pemilu itulah, hari ini, Pleno Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara dalam Pemilu 2019 tingkat Kabupaten kita langsungkan.

Perintah PKPU 4 tahun 2019 tentang Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu 2019, peserta rapat terdiri dari KPU, Bawaslu, PPK dan Saksi. Kami berharap, ruang pleno ini menjadi ruang koreksi dan perbaikan, dengan tetap menjaga tata karma, saling menghargai satu dengan yang lainya.

Hadirin yang kami banggakan…..
Di kesempatan ini pula, Bersama kawan-kawan Komisioner KPU Lembata, menyampaikan rasa terimakasih yang mendalam kepada, saudara-saudara penyelenggara pemilu tingkat adhock mulai dari KPPS, PPS, dan PPK yang dengan kesungguhan hati dan kepatuhan terhadap aturan, berdiri pada garis terdepan untuk menyelenggarakan pemilu pada tingkatan masing-masing, terimakasih juga patut kami sampaikan kepada peserta pemilu, para caleg, calon DPD, dan tim kampanye Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden.

Bahwa persaingan Pemilu demikian ketat dan memanas, namun semuanya mampu menjaga dan saling menghargai. Terimakasih juga kami sampaikan secara khusus kepada Kapolres Lembata dan jajaran kepolisian Polres Lembata juga kepada Danramil Lembata, yang sigap bersama seluruh aparat kepolisian dan TNI mengamankan seluruh tahapan pemilu, pun tak lupa kami sampaikan rasa terimakasih mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Lembata, yang dengan caranya sendiri sudah membantu KPU dalam menyelesaikan seluruh proses, tahapan dan jadwal pemilu.

Tak lupa dalam kesempatan berharga ini, bersama kawan-kawan komisioner KPU dan seluruh penyelenggara pemilu menyampaikan rasa terimakasih dan apreasi kami kepada seluruh warga pemilih kabupaten lembata, yang secara sadar mengawasi, dan terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam seluruh tahapan pemilu, juga secara sadar dan partisipatif datang dan mengunakan hak pilihnya di TPS.

Bukan soal yang siapa pemimpin yang akan lahir dari Pemilu 2019 ini. Karena Siapapun itu, mereka adalah putra-putra terbaik kita, yang lahir dari rahim rakyat. Kita berharap, kader terbaik bangsa yang lahir Pemilu ini mampu menjadi pemimpin yang amanah, sesuai harapan semua kita.

Akhirnya, dengan memohon restu Tuhan dan Leluhur Lewotana, Rapat Pleno Terbuka, Rekapitulasi Penghitungan dan Perolehan Suara tingkat KPU Lembata, saya nyatakan di buka dan terbuka untuk umum….

Lewoleba, 02 Mei 2019
KPU Lembata
Ketua

Elias Kaluli Making