Kamis, 28 April 2016

Saat Anis Berpuisi



Catatan : Ceritera ini hanyalah sebuah khayalan penulis. Bila ada nama, tempat dan kejadian yang sama dengan yang ada dalam ceritera ini, itu hanyalah sebuah kebetulan belaka.

Anis warga pedalaman Kadipaten Palsu yang fenomenal itu tak jenuh menyuarakan kebenaran. Caranya pun berbeda-beda, selain lisan, Anis bahkan pernah mencoba menyampaikan pesan kebenaranya melalui surat. Namun, bukan Kadipaten Palsu namanya bila sang pemimpin mau “bertobat”

Kendati tau kritiknya tak mempan, Anis terus bersuara. Nah...kali ini Anis kembali menyampaikan pesan kebenaran itu melalui untaian puisi yang sengaja ia tulis untuk di bacakan pada sebuah forum pertemuan antar kampung. Berikut petikan puisinya :

Kau Siapa, Siapa Kau
Kau Siapa?
Ibu ku? Bukan.
Ayah ku?  Bukan.
Saudara ku? Bukan, Anakku? Bukan.

Lalu kau siapa?
Dan Mengapa kau selalu membuat pusing kepalaku
 karena di sana di ujung kampung itu, aku mendengar banyak cerita.
Tentangmu.
Tentang kebohonganmu,Tentang kepalsuanmu, Tentang keserakahanmu,
Tentang duka dan luka yang selalu kau torehkan kedalam batin setiap saudara sekandungku
Tentang senjata yang terhunus dari setiap tangan pelingdungmu
Tentang neraka penjara yang janjikan pada setiap mulut yang kritis
Tentang otak anaku yang berhasil kau tumpulkan dengan lembaran-lembaran mawar
Dan...tentang air mata para istri yang suaminya berhasil kau bunuh

Hei...!
aku bertanya, Siapa Kau, Kau siapa?
Apakah aku mengenalmu? Tidak
Apakah pernah kita bertemu? Juga tidak
Jika kita memang sekandung, lalu kenapa tak sekalipun aku melihat kau menangis
Saat saudaraku lapar.
Saat ayahku meninggal pada rumah sakit yang sengaja tak kau sediakan obat
Yang para dokternya sudah kau jadikan gundik
Dan perawan perawatnya kau rengut

Kau siapa, siapa kau...?
Pemimpin ku? Oh....Bukan
Lalu siapa kau? Karena mestinya pada lorong kampung itu sudah kau ku temukan
Dan harusnya kau aku temukan pada setiap lembaran-lembaran lusuh buku administrasi desaku
Oh, kau..ternyata bukan kau orang yang mencatatkan nama pada pesta rakyat lima tahun silam
Aku Yakin kau palsu
Karena aku tak mengelamu

Wangatoa, 28 April 2016
(Yogi Making)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar