Saudara mucikari
budak-budaku
Kalian para lelaki kampung dan para penjilat
Yang saya kagumi
Senang sekali saya bisa berada di sini
Terutama untuk waktu lima tahun
Dan paling tidak sudah membuat saudara-saudara melayang
Waktu bersama itu segera (sudah) berakhir dan saya akan
pamit
Tetapi jangan lupa kalau saya akan datang lagi
Membawa mimpi baru, tentu saja dengan tampilan fisik yang
sedikit saya rubah
Saya harap mimpi baru itu bisa membuat kalian terpesona
Dan ahkirnya saya bisa di pilih menjadi pelangan kalian
Penting juga untuk saudara tau
Kalau saya akan datang dengan mucikari baru
mucikari bertato kepala sapi sudah meninggalkan saya
tetapi sekarang datang yang bertato burung merpati
tentu kepada mereka saya layani dengan sungguh-sungguh
yang bertato burung itu ternyata sangat bernafsu
semalaman saya melayani dia dan pagi tadi kembali memintah
jatah
Tak apalah, toh semuanya demi jabatan pelacur
Oh, saya pun ingat, kalau nanti akan ada pemain baru
Dengar-dengar dari kelompok yang bertato bintang
Ada pula kelompok yang bertato pohon ketapang
Tentu mereka ingin menyaingi saya
Tapi dengan keyakinan penuh
Semua mereka tidak menandingi saya
Mereka punya apa? saya pelacur ternama
Beberapa pejabat pernah menikmati selangkangan saya
Katanya pemain baru, tapi apakah mereka juga akan menjadi
pelacur seperti saya?
Apakah mereka bisa membuat saudara mabuk, lalu menyediakan
selangkangan buat kalian?
Profesi pelacur ini saya dapat bukan dengan cara mudah
Sangat mahal, bahkan saya harus menjual orang kecintaan saya
Saudara sekalian yang saya kasihi
Jabatan pelacur periode kedua sudah saya dekat ke
selangkangan saya
Sebentar lagi kalian akan coblos
Dan lubangi semau kalian, asal kalian puas dan saya akan
mendapatkan kalian kembali
Hari ini saya pamit,
Tanpa perlu memandangi wajah kalian
Bau keringat birahi masih menempel di tubuh kalian
Biarkan itu menjadi kenangan yang akan kita ambil kembali
Saya perlu menyampaikan terimakasih
terutama bagi yang
sudah merasakan nikmatnya selangkangan saya
Serta memohon maaf bagi yang tidak sempat saya layani
Kalian baik hati, karena sudah menjual diri untuk saya
Bagi saudara yang kerena kenakalan saya
Mereka harus mengorbankan diri, terimalah, itu takdirmu
Juga bagi yang pernah bermasalah dengan saya
Tak apalah, nikmati saja. Pasti kalian marah dan saya bangga
kerana bisa memenjara kalian
Buat warga lain yang baik-baik, saya mohon pamit
Saya pulang kerumah saya agar bisa membersihkan diri
Dari sisa lendir anak dan saudara kalian
Dan dari bau amis darah sepuhmu itu
Siapkan diri kalian paling tidak untuk menjemputku kembali
Tempuling nenek moyangmu harap di asah
Dan bila aku datang, hujamkan tempuling itu persis di
selankanganku
Dan kita akan bersenggama lagi
Yogi Making
Wangatoa, 29/8/2016