Yogi.com-Pantai Bean, dari namanya, sudah
banyak yang tahu kalau pantai yang terletak di pesisir selatan kecamatan
Buyasuri, Kabupaten Lembata itu ternyata menyimpan banyak keindahan dan
menawarkan eksotisme alam yang menakjubkan.
 |
Exotisme Pantai Bean, Buyasuri-Lembata. Foto : Yogi Making |
Ada banyak pantai di kabupaten lembata yang
pernah saya singgahi, diantaranya pantai Minggar di Kecamatan Nagawutung,
pantai teluk Jontona di Ile Ape Timur, pantai Lewolein di Lebatukan, Pantai
Bour di Nubatukan, dan banyak pantai lainnya. Namun, dari sekian banyak pantai
pernah saya jamah itu, pantai Bean sungguh membuat saya terpana.
Betapa tidak, pantainya berkontur landai dengan
bentangan pasir putih yang mengular mengikuti lekukan pulau, dan di hiasai
hempasan ganas gelombang laut selatan itu seakan terus memancing gelora nafsu
sang pengunjung untuk sekedar berenang menikmati beningnya laut, atau berbaring
pasrah di tepian pantai untuk merasakan hangat sengatan mentari. Bagi
pengunjung yang mencitai ketenangan, Bean pun menjadi pilihan favorit untuk
berwisata.
 |
Jembatan Tititan (Jeti( Bean, Foto : Yogi Making |
Sebagaimana di saksikan FBC saat berkunjung ke
Bean beberapa waktu lalu, di pantai nan indah ini sudah di bangun beberapa
infrastruktur pendukung pariwisata, seperi dermaga jety, gasebo, juga beberapa
lopo, namun sayang infrastruktur pendukung program pariwisata yang tentunya di
bangun dengan dana yang tidak kecil itu tampak tak di rawat, dan beberapa
diantaranya terlihat mulai rusak karena di makan rayap.
Begitu juga dengan dermaga jety. Sebagaimana
fungsingya, dermaga ini nantinya diharapkan sebagai tambatan perahu/kapal
wisata, namun pantauan media ini dermaga kayu itu nantinya tak bisa di
fungsikan kerena ujung dermaga yang mestinya nanti menjadi tempat sandar
kapal/perahu berada persis di ujung hempasan gelombang.
Akses
Ke Bean dan Alternatif Wisata
Perjalanan menuju Bean hanya bisa di tempuh
dengan jalan darat melalui jalur Lewoleba Kedang, jaraknya berkisar 80-an
kilometer dengan waktu tempuh, sekitar 3 sampai 4 jam, tergantung kendaraan yang digunakan. Sebenarn
 |
Senjah di Bujit Baja, Foto : Yogi Making |
ya
dari jarak, Bean terbilang dekat, namun perjalanan menuju pantai nan indah di
bumi ikan paus ini membutuhkan ketahan fisik dan nyali yang kuat, pasalnya
sejak berangkat dari titik star di Lewoleba, pengendara sudah di hadapkan
dengan jalan berlubang. Sebuah pemandangan khas pulau lembata.
Namun, bagi penyuka tantangan tentu ini
merupakan perjalanan yang seru dan menantang. Bagi penguna kendaraan angkutan
umum, tentu waktu tempuh yang terbilang
lama dengan kondisi jalan yang parah itu sudah cukup menggoncang perut dan bisa
membuat mual jika tidak terbiasa.
Namun jangan khawatir, rasa penat itu segera
terbayar lunas, karena lembata ternyata tidak saja menawarkan pantai bean
sebagai wisata utama. Sepajang perjalanan menuju pantai pasir putih di selatan
Buyasuri itu, pengunjung di suguhi sejuta pesona alam yang menakjubkan. Sebut
saja pantai Lewolein, yang selalu menjadi tempat singgah pertama setiap
pengguna jalan baik yang menuju maupun pulang dari kedang, Lewolein tidak saja
menawarkan panorama alamnya, namun wisata kuliner dengan panganan lokal yang
menggugah selera. Ikan bakar, ketupat, jangung titi, tuak dan berbagai jenis
masakan khas orang lembata di hidangkan di sini.
Setelah puas menikmati pantai dan makanan khas
orang lembata di Lewolein, perjalanan di lanjutkan, baru beberapa meter keluar
dari kampung yang merupakan perbatasan kecamatan Lebatukan dan Kecamatan
Omesuri itu, tubuh molek lembata kembali anda nikmati. Dari atas bukit Baja,
lembata menawarkan lagi sebuah keindahan yang memanjakan mata setiap
pengunjung, terlebih perjalanan itu dilakukan pada pagi atau soreh hari.
Dari atas bukit baja, kita bebas menikmati
pemandangan pantai lebatukan yang di pagari oleh anggunnya gunung (Ile)
Lewotolok di ufuk barat. Kala senja tiba, siraman cahaya keemasan mentari dari
balik kaki Ile Lewotolok, seakan tersembul keluar dari beningnya laut. Sebuah
keindahan yang menggambarkan keagungan sang pencipta.
 |
G. Ile Lewotolok, dari Bukit Baja, Foto : Yogi Making |
Bukit baja memang menawarkan pesona alam yang
luar biasa, jika beruntung pengunjung bisa melihat rusa liar yang bebas
merumput diantara semak belukar. Yah...kata orang kampung, rusa banyak
berkeliaran di bukit baja, bahkan sering dianggap hama karena merusak tanaman
petani.
Kendati menawarkan keindahan, pengunjung harus
tetap berhati-hati, karena dihadapkan
dengan perjalanan berkelok, menikung pada setiap sisi bukit. Melintasi bukit
baja, sungguh membuat sport jantung, tentu gocangan mobil karena jalan yang
berlubang terus menjadi warna.
Alternatif wisaata yang ditawarkan lembata
tidak berhenti di situ. Keindahan lain yang juga tak kala menarik adalah
keindahan desa balauring dari yang dilihat dari atas bukit di ujung desa
Lebewala, Kecamatan Omesuri. Sekedar gambaran, balauring adalah sebuah desa
pelabuhan yang banyak di singgahi kapal-kapal layar dari sulawesi juga
perahu-perahu nelayan setempat. Rumah-rumah penduduk tersusun apik mengikuti
alur teluk membuat desa ini menjadi unik.
Wisata
Rohani Gua Maria Bean
Gua Maria di desa Bean sebelumnya merupakan
gua alam yang kemudian diubah menjadi tempat ziarah rohani yang banyak diminati
oleh Umat Katolik di seputaran
wilayah Kedang.
Mengunjungi gua gua maria bean, benar terasa bahwa tempat ini layak untuk
dijadikan sebagai tempat wisata rohani terutama bermeditasi dan mencari
ketentraman batin.
 |
Gua Maria Desa Bean, Foto : Yogi Making |
Tempa ziarah umat katolik ini berada jauh dari
keramaian dan hingar bingar kehidupan penduduk. Sebuah tempat yang sunyi
dan tenang, diapiti oleh beberapa bukit dan di bagian lembahnya terdapat
perkebunan kelapa milik warga setempat.
Hal yang juga membuat gua maria di tanah kedang ini adalah, aliran air
irigasi di kaki gua.
Batu-batu alam tersusun rapi dari dasar gua
membentuk jalan masuk menuju pintu gua, beberapa tumbuhan liar sengaja
dibiarkan menggelantung di tambah alunan lembum suara gemericik air di gua
memberi kesan asri, dan tentu membuat pengunjung menjadi betah. Mengunjungi Gua
Maria desa Bean sungguh memberi pengalaman iman yang amat berkesan.
Gambaran
Umum Desa Bean
Seperti di jelaskan pada beberapa tulisan
sebelumnya, Bean merupakan sebuah desa terpencil yang terletak di pesisir
selatan kecamatan Buyasuri. Kampung Bean awalnya merupakan areal pertanian
milik warga dari beberapa desa dalam kecamatan Buyasuri.
Bean sendiri baru resmi berdiri menjadi sebuah
desa definitif sekitar tahun 2000 dan kini dihuni oleh 103 Kepala Keluarga.
Rata-rata warga Bean merupakan petani ladang. Walau desanya terletak langsung
di pesisir laut dengan potensi ikan yang menjanjikan, namun warga di kapung
terpencil ini lebih menganganggap nelayan hanyalah sebuah pekerjaan sampingan
dan sekedar untuk memenuhi kebutuhan lauk bagi rumah tangga mereka.
 |
Rumah Penduduk Desa Bean, Foto Yogi Making |
Selain potensi alam yang terbilang unik,
kampung bean sendiri sudah terbilang unik, betapa tidak memasuki bean tidak seperti
memasuki perkampung lain dimana layaknya didereti dengan rumah-rumah megah
dengan lorong-lorong yang tertata rapi. Kampung bean tampil dengan sangat
alami, dimana letak rumah penduduk saling berjauhan, rumah-rumah yang bisa
dibilang sangat trdisional itu di batasi dengan hamparan ladang yang luas.
Beberapa warga yang sempat di temui mengaku, rumah-rumah warga sengaja di
bangun lanngsung didalam areal pertanian untuk mempermudah mereka bekerja.
Dan uniknya lagi, setiap penduduk di desa ini
sebenarnya sudah memiliki rumah yang dibilang layak huni di desa asal mereka.
Infrastuktur
Jalan
 |
Waga memanfaatkan irigasi untuk mencuci pakaian, Foto : Yogi Makig |
Membahas jalan di Kabupaten Lembata seakan tak
ada habisnya, dimana tempat kita berada jalan selalu saja di keluhkan
masyarakat. Pada bagian terdahulu, sedikit sudah di bahas bagaimana akses jalan
dari Lewoleba menuju kedang. Bisa di bayangkan, jika jalan utama saja rusak
parah, bagaimana dengan sarana jalan lain yang hanya sebagai penghubung dari
satu desa ke desa yang lain. Demikian juga dengan jalan menuju desa yang berada
jauh di pesisir selatan kecamatan Buyasuri itu.
Menuju Pantai Bean, setidaknya ada beberapa
alternatif jalan yang bisa di lewati, salah satunya melalui desa Panama. Secara
umum, jalan masuk ke pantai indah berpasir putih itu dapat di akses dengan
menggunakan kendaraan roda dua hingga roda enam, namun ada beberapa titik
kritis yang membutuhkan kehati-hatian, karena pada titik-titik ini merupakan
jalanan menurun degan batu-batu lepas, sedikit hilang keseimbangan di jamin
pasti terperosok. (Yogi Making)
Artikel ini Pernah
terbit di : WWW. Floresbangkit.Com